Laudya Cynthya Bella; Donor Darah Bersama PMI

Laudya Cynthya Bella; Donor Darah Bersama PMI

Jakarta, Kabarindo- Aktris cantik Laudya Cynthya Bella, akhir pekan kemarin bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mendatangi Kantor MD Entertainment. Kekasih Chicci Jericho itu ingin menyumbangkan darahnya mengikuti program kerja yang dicanangkan oleh PMI tersebut.

Bella mengaku tidak takut jarum. Selama ini, keengganannya menyumbangkan darah didorong kekhawatiran tiba-tiba pingsan. Tetapi setelah melihat beberapa rekannya sesama selebriti ambil bagian dalam aksi donor darah kemarin siang, rasa penasaran Bella muncul.

”Nggak ada persiapan sama sekali. Memang aku biasanya suka datang ke aksi sosial seperti ini, tetapi nggak donor. Eh, entah tiba-tiba saja hari ini ada keinginan,” katanya.

Dia bersyukur dinyatakan sehat sehingga bisa memenuhi rasa penasarannya. ”Kalau kondisi badan aku sih, fit. Dan waktu diperiksa memang sesuai dan nggak ada masalah. Nah, biasanya kan kalau sebelum donor terkadang banyak yang nggak bisa karena staminanya nggak fit, tetapi hari ini memang aku bisa,” tuturnya.

Tetapi saat mulai berbaring di velbet dan jarum suntik di depan mata, perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 24 Februari 1988 itu tidak bisa menutupi rasa ngerinya. Dia nyaris membatalkan niatnya saat mengetahui ukuran jarum tidak seperti yang dibayangkannya. Tetapi akhirnya dia memilih menutup mata saja.

”Ya, karena aku pikir jarum donor sama seperti jarum untuk kecantikan. Tetapi setelah beberapa kali lihat jarumnya, lumayan besar, jadi ada rasa bagaimana gitu,” terangnya. Setelah proses pengambilan darah selesai, Bella bisa bernafas lega. Kekhawatirannya akan pingsan pun tidak terjadi.

Sebaliknya, dia menjadi ketagihan. Lain waktu, dia ingin menyumbangkan darahnya lagi. ”Ya mudah-mudah besok ikut lagi. Aku pikir sakit, tetapi nggak terasa apa-apa. Ya mungkin agak pusing, kan perdana, tetapi setelah itu biasa-biasa kok,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat yang takut terlibat aksi donor darah pun bisa berubah pikiran. Menurutnya, rasa takut akan selalu menghantui kalau tidak dipaksa untuk dilawan. ”Ya kalau nggak dicoba, pasti semakin takut. Kan banyak orang yang butuh darah juga. Hitung-hitung bisa membantu,” pungkasnya seperti dilansir dari laman jpnn.