LOMBA PERANCANG MODE 2015; 30 Oktober Mendatang

LOMBA PERANCANG MODE 2015; 30 Oktober Mendatang

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Lomba Perancang Mode (LPM) diadakan oleh Femina Group mulai tahun 1979.

Ajang tersebut adalah wadah pencarian bakat cemerlang para perancang mode Indonesia. Para alumni yang jumlahnya ratusan menjadi nama-nama populer di industri mode Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi style maker andal dan diperhitungkan.
   
Begitu banyak fashion designer ternama Indonesua mengawali karier dari ajang LPM, seperti Samuel Wattimena, Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmodjo, Albert Januar, Billy Tjong, Hian Tjen, Lulu Lutfi Labibi, Cynthia Tan, Imelda Kartini, Sally Koeswanto, Jeffry Tan, dan juga Tex Saverio.
   
Tahun ini, Femina kembali mencari talentabaru melalui Lomba Perancang Mode untuk ke-27 kalinya.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Style Expression”. Para peserta ditantang untuk menginterpretasi desain busana yang memberi ruang bagi wanita agar bebas berekspresi, apa pun warna kulit, bentuk tubuh, maupun gaya hidupnya. It’s Fashion for All. Para peserta juga ditantang untuk memasukkan desain modet wear ke dalam koleksi ini.
   
Sebanyak 270 sketsa dikirim oleh peserta yang mayoritas merupakan siswa sekolah mode. Peserta berasal dari seluruh Indonesia. Sebagian di antara mereka pernah dan sedang belajar di sekolah mode Jakarta, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia.
   
Adapun juri LPM tahun ini terdiri atas desainer yang merupakan alumni LPM, Musa Widyatmodjo dan Itang Yunasz. Selain itu, juga ada Petty S. Fatimah (Pemimpin Redaksi dan CCO Femina), Ali Charisma (Desainer dan Ketua APPMI), dan Tri Handoko (Desainer dan Ketua IPMI). Dalam penjurian ketat, dewan juri telah memilih 10 finalis.
   
Ke-10 finalis ini akan diberi kesempatan memamerkan karya mereka pada show khusus di Jakarta Fashion Week 2016. Peragaan final akan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2015, pukul 18:30 di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta.
Penilaian terhadap karya para finalis meliputi konsep desain, kreativitas, pengetahuan mode dan teknik pembuatan, daya pakai, daya jual, serta penampilan busana (dilihat dari hanger appeal dan penampilan saat diperagakan). Juga, akan dipilih pemenang favorit pilihan publik melalui SMS dan like di media sosial.