Kupang Punya Kader Penanggulangan Narkoba Sekolah; Awesome......!

Kupang Punya Kader Penanggulangan Narkoba Sekolah; Awesome......!

Kupang, Kabarindo- Dari jumlah 30 sekolah tersebut, akan kita bagi dalam jenjang pendidikan SMP dan SMA yang ada baik negeri maupun swasta.

Hal itu dipapar oleh Kepal Seksi Hubungan Masyarakat dan Rehabilitasi BNN Kota Kupang, Ricardo Terik di Kupang, Senin (18/6) seperti dilansir dari laman MIcom.

Dia menjelaskan, pembentukan kader sebaya yang akan dilakukan di sekolah-sekolah tersebut, segera dilakukan setelah masuk liburan sekolah.

Menurut Ricardo pra-pebentukan kader, dimulai dengan melakukan sosialisasi terkait bentuk dan jenis narkotika dan obat-obat adjektif yang ada, serta sejumlah pengaruh dan pola pengedarannya di kalangan masyarakat.

Sosialisasi tersebut, sudah dilakukan di hampir 25 sekolah baik di tingkat SMP maupun SMA di Kota Kupang.

"Sekolah yang kita datangi berfariasi baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta," kata Ricardo.

Menurut dia, BNN mengambil langkah pembentukan kader penanggulangan di sekolah, karena usia sekolah merupakan usia rentan yang mudah terpengaruh dengan peredaran barang laknat tersebut.

Dijelaskannya, usia siswa SMP dan SMA merupakan usia yang masih dianggap rentan secara psikologis, sehingga lebih mudah dipengaruhi untuk melakukan dan mencoba sejumlah bentuk narkoba yang ditawarkan oleh pengedar.

Untuk itu, BNN menganggap penting membentuk kader sebaya agar bisa mengantisipasi kondisi tersebut, selain melakukan kegiatan sosialisasi dan penyadaran akan bahaya narkoba tersebut.

Menurut Ricardo, sejumlah modus operandi dalam melakukan pengedaran barang laknat itu kepada para siswa adalah dengan memberikan "barang" secara gratis untuk dinikmati oleh anak siswa SMP dan SMA.

"Itu dilakukan beberapa kali, setelah diketahui sudah kencanduan baru barang itu dijual dan tidak lagi diberikan secara gratis," kata Ricardo.

Karenanya, kelompok siswa menjadi penting untuk dijadikan sasaran bagi pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba, sehingga lebih dini bisa diproteksi, agar tidak gampang dan bahkan tidak tergoda dengan segala bujuk rayu yang dilakukan oleh pengedar.

Dia menambahkan, orang tua, guru serta lingkungan masyarakat harus bisa menjadi sentra layanan dan tiang penyangga bagi kemungkinan terindikasi beroperasinya para pengedar, untuk segera melakukan tindakan termasuk melaporkan ke aparat berwajib agar ditangani secara lebih dini.

"Karena itu penting kerja sama antara semua komponen yang ada di dalam masyarakat, dalam memberantas narkoba di lingkungan sekolah," kata Ricardo.

Selain terhadap para siswa, kelompok lainnya yang juga dinilai memiliki peluang untuk menjadi pengedar dan pengguna terus diawasi secara ketat.

Sebagai contoh kata Ricardo, para pekerja di sektor jasa seperti di tempat karaoke dan tempat hiburan lainnya di daerah ini.

"Terhadap kelompok ini pun akan kita bentuk juga kader sebaya, demi menjaga dan meminimalisir peredaran narkoba di daerah ini," kata Ricardo.