Konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya; jadi Perhelatan Awal Tahun

Konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya; jadi Perhelatan Awal Tahun

Jakarta, Kabarindo- Erros Djarot, ia tidak saja didaulat sebagai budayawan sineas dengan banyak karya sinema.

Ia juga politikus dan wartawan senior yang suka menulis lagu. Jadi tak salah 4 dekade Indonesia memiliki nama besarnya dipertontonkan di atas panggung bulan Februari mendatang.

Pria murah senyum yang sedarah dengan aktor Slamet Rahardjo Djarot ini pernah meraih Piala Citra FFI 1976 sebagai Penata Musik Terbaik dalam film ‘Kawin Lari’ (1975). Piala Citra FFI 1978 sebagai Penata Musik Terbaik dalam film ‘Badai Pasti Berlalu’ (1977). Kemudian, lewat film ‘Tjoet Nja' Dhien’ (1988), Erros meraih tiga Piala Citra FFI 1988 kategori Cerita Asli Terbaik, Skenario Terbaik dan Sutradara Terbaik. Bahkan lagu-lagu dalam soundtack film ‘Badai Pasti Berlalu’ masih populer sampai sekarang.

Untuk itu semua, tak salah saat PT. Telkom bekerjasama dengan Digital Era Komunika (DEK) akan menggelar konser bertajuk '40 Tahun Erros Djarot Berkarya' yang akan digelar pada 14 Februari 2014, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Tak tanggung-tanggung, untuk pertunjukan yang kolosal dan spektakuler, pihak penyelenggara pun menggaet beberapa nama besar di panggung hiburan. Di antaranya, Erwin Gutawa sebagai orkestrator dan arranger, Mira Lesmana sebagai script director, dan Jay Subiyakto sebagai art director.

"Sebenarnya dalam persiapan ini saya enggak banyak tahu apa-apa. Semua saya serahkan sama panitia. Nanti di waktu konser, saya cuma disuruh duduk manis saja," kata Erros Djarot sambil tertawa saat menggelar konferensi pers di Nutz Culture, Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2014) kemarin seperti dilansir dari laman moviegoers.

Lebih lanjut, Erros mempercayakan pada ketiga nama besar di panggung hiburan. "Kalau saya lihat nama-namanya, luar biasa. Kapasitas JCC itu 5 ribuan, tapi cuma dapat dipakai 2.700-an, karena panggungnya luas, dengan tatanan LCD, dan lain-lain. Saya percaya pada tiga orang ini. Karena saya juga pengagum dua kreator seperti Erwin dan Jay, begitu pun dengan Mira. Saya diberi penghormatan oleh tiga orang kreator ini."

Ketika ditanya apakah pertunjukan ini menghadirkan para politisi ke atas panggung? Dengan tenang Erros berjanji tidak akan ada politisi yang naik ke atas panggungnya.

"Enggak akan ada menteri atau politisi yang naik ke atas panggung. Ini khusus untuk musik. Pertunjukan ini digelar pada 14 Februari mendatang adalah malam kasih sayang. Jika ada dukungan sponsor yang berbau politis bisa mengurangi kekhikmatan malam itu. Saya mau ketika nanti mereka pulang dari pertunjukan ini, akan berbekas tembang-tembang lawas yang syahdu. Akan terkenang dan pulang dengan hati senang," ucap Erros penuh harap.

Adapun, Hans Siregar selaku project manager, menerangkan lebih dari 10 musisi ternama akan terlibat dan menghadirkan lagu-lagu nostalgia yang ciptakan Eros era 1970 -1980.

"Jamannya Pak Erros dulu mulai dari membuat scooring musik film sampai jadi sutradara film. Juga menciptakan karya seperti 'Badai Pasti berlalu' yang sangat fenomenal," kata Hans.

Pertunjukan ini melibatkan banyak musisi dari berbagai genre musik dan kalangan usia, seperti Iwan Fals, Elfonda Mekel, Glenn Fredly, Marcell Siahaan, Kikan, Dandy Mikes, Bunga Citra Lestari, Eva Celia, dan Berlian Hutauruk.

Selain itu, menurut Erwin Gutawa, akan ditampilkan juga video testimoni dari beberapa tokoh untuk memberikan gambaran ihwal kesan terhadap sosok Erros Djarot. "Jadi orang-orang yang terlibat bukan hanya orang yang akan memberikan penampilan di atas panggung saja, tapi juga ada yang lewat video," kata Erwin.

Masyarakat yang ingin menonton pertunjukan 40 Tahun Eros Djarot Berkarya bisa membeli tiket mulai 14 Januari 2014. Ada lima klasifikasi tiket, yakni Bronze, Silver, Gold, Platinum, dan Diamond dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3,5 juta.


Dont Miss It.................!