Kodam Iskandar Muda; Dukung 100 Becak BBG

Kodam Iskandar Muda; Dukung 100 Becak BBG

Banda Aceh, Kabarindo- Komando Daerah Militer Iskandar Muda membantu mengonversi 100 becak bermotor dari bahan bakar premium menjadi becak berbahan bakar gas atau BBG, di Aceh.

"Bantuan gratis ini sebagai upaya membantu para abang becak meringankan beban mereka akibat naiknya harga premium," kata Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Agus Kriswanto, di Banda Aceh, Minggu.

Hal itu disampaikan Kriswanto di sela-sela memimpin pemasangan alat becak berbahan bakar gas di Lapangan Blangpadang, Kota Banda Aceh.

Adapun yang diberikan gratis oleh Kodam Iskandar Muda kepada pemilik becak bermotor yakni karburator gas, selang beserta regulatornya, serta satu tabung berisi gas seberat tiga kilogram.

Kriswanto menyebutkan, penggunaan gas sebagai bahan bakar bisa menghemat biaya operasional abang becak. Satu tabung berisi gas tiga kilogram bisa menempuh perjalanan sekitar 600 kilometer.

"Penggunaan gas sebagai bahan bakar becak lebih hemat. Kalau menggunakan premium, satu liter hanya bisa menempuh 40 kilometer. Bayangkan dengan gas, satu tabung isi tiga kilometer bisa menempuh Banda Aceh-Medan," kata dia.

Menyangkut keamanannya menggunakan gas, Kriswanto mengatakan sama saja dengan menggunakan premium. Hanya saja, jika menggunakan gas, maka harus teliti dan jangan sampai ada selangnya bocor.

"Kalau di ruang terbuka, gas ini tidak apa atau aman. Yang berbahaya kalau di ruang tertutup dan ada yang bocor. Jadi, inilah yang harus diperhatikan jangan sampai ada gas yang bocor dari selangnya," kata Kriswanto.

Jenderal berbintang dua tersebut menyebutkan, Kodam Iskandar Muda berencana mengembangkan program becak berbahan bahan gas ini ke seluruh Aceh. Termasuk membantu agar masyarakat mudah mendapatkan gas untuk para abang becak.

"Sebenarnya, konversi premium ke gas ini sudah lama dilakukan riset para mahasiswa maupun ilmuwan. Dari hasil riset ini, TNI berpikir bagaimana membantu rakyat," ungkap Kriswanto.

Sementara itu, Samsul Bahri, pengemudi becak yang juga warga Aceh Besar, mengatakan, dirinya tertarik mengalihkan bahan becaknya dari premium ke gas karena lebih hemat dan bebas polusi.

"Saya juga pernah dengar, menggunakan gas lebih hemat. Karena itu, saya mencoba menggunakan gas. Kalau memang nanti benar-benar hemat, becak saya ini akan terus gunakan gas," kata dia.

Jika menggunakan premium, kata dia, dalam sehari dirinya harus mengeluarkan uang Rp25 ribu. Sementara, pendapatan kotornya dari jasa penumpang paling banyak Rp70.000.

"Kalau pakai premium, paling banyak saya bawa pulang uang Rp45.000. Mudah-mudah dengan menggunakan bahan bakar gas, pendapatan bisa meningkat," kata Samsul Bahri seperti dilansir dari laman antaranews.