Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi; Akhir Pekan Yang Meriah

Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi; Akhir Pekan Yang Meriah

Sleman, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Beberapa ruas jalan di seputaran Denggung dan sekitarnya ditutup untuk sementara selama kegiatan Pelangi Budaya Bumi Merapi tanggal 25-27 September 2015.

Hal ini dimaksudkan untuk kelancaran jalannya acara khususnya Kirab Tiga Dimensi/ Ogoh-Ogoh di hari pertama, Kirab Bregada Prajurit di hari kedua dan Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi dihari ketiga.
Selain itu penutupan untuk beberapa ruas jalan ini juga dimaksudkan demi kenyamanan bagi masyarakat luas yang menyaksikan acara tersebut. Namun penutupan jalur tersebut sudah diantisipasi dengan pengalihan jalur yang cukup memadai.

Hal ini dipapar oleh Koordinator Keamanan Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015, Teguh Sumartoyo yang juga menjabat sebagai Kapolsek Sleman, Rabu 23 September 2015 saat rapat pleno panitia di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman.

Pada hari pertama, Jum’at 25 September 2015 pukul 14.30 WIB akan dilangsungkan Kirab Seni Tiga Dimensi atau yang kebanyakan orang mengenal dengan ogoh-ogoh dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman. Kirab ini mengambil start dari Lapangan Denggung menuju Lapangan Pemda Sleman melalui Jl. KRT Pringgodiningrat.
Beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 13.00 WIB, yaitu:
-          Semua ruas Jl. KRT Pringgodiningrat dari Lapangan Denggung hingga Lapangan Pemda Sleman,
-          Perempatan Kronggahan ke arah utara, kecuali bagi warga masyarakat Dusun Jaban, Bonagung dan Duwet.
-          Pertigaan Ringin jembatan Pangukan ke arah timur
-          Semua ruas Jl. Parasamya     
Pada hari kedua, Sabtu 26 September 2015 mulai pukul 11.00 WIB berupa Festival Bregada Prajurit yang melibatkan 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman dengan start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung. melalui Jl. KRT Pringgodiningrat.
Beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 10.00 WIB, yaitu:
-          Semua ruas Jl. KRT Pringgodiningrat dari Lapangan Denggung hingga Lapangan Pemda Sleman,
-          Perempatan Kronggahan ke arah utara, kecuali bagi warga masyarakat Dusun Jaban, Bonagung dan Duwet.
-          Pertigaan Ringin Jembatan Pangukan ke arah timur
-          Semua ruas Jl. Parasamya     
Hari ketiga, Minggu 27 September 2015 pukul 13.00 – 17.00 WIB berupa acara puncak yaitu Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari 1.700 personil dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan stakeholder pariwisata  serta komunitas mahasiswa luar daerah diantaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara dan Kalimantan Barat.
Rute kirab dengan start dari Lapangan Pemda Sleman – perempatan Beran kekanan – Jl. Magelang (ruas perempatan beran – perempatan Denggung) – Jl. KRT Pringgodiningrat – Lapangan Pemda Sleman.
 
Beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 11.00 WIB, yaitu:
-          Jalur ke arah Magelang dari perempatan Denggung hingga perempatan Beran ditutup sebagian. Sehingga tidak perlu dengan sistem buka-tutup, karena selama kirab trafic light di perempatan Denggung dan perempatan Beran tidak difungsikan.
-          Perempatan Grojogan ke arah Jl. Magelang
-          Pertigaan Ringin Pendowoharjo ke arah Jl. Magelang
-          Semua ruas Jl. KRT Pringgodiningrat dari Lapangan Denggung hingga Lapangan Pemda Sleman,
-          Perempatan Kronggahan ke arah utara, kecuali bagi warga masyarakat Dusun Jaban, Bonagung dan Duwet.
-          Pertigaan Ringin Jembatan Pangukan ke arah timur
-          Semua ruas Jl. Parasamya
Teguh juga berharap kepada para pengunjung dan wisatawan untuk dapat mengambil tempat yang sekiranya nyaman untuk menyaksikan gelaran event budaya tersebut. Bahkan ia menekankan jangan ada pengunjung yang berada di devider disepanjang Jl. Magelang mulai dari perempatan Denggung hingga perempatan Beran. Ini akan berbahaya karena banyak kendaraan yang tetap melaju dengan lancar di sepanjang Jl. Magelang tanpa berhenti di lampu merah perempatan Denggung maupun perempatan Beran. Hal lain untuk kenyamanan, pengunjung agar memarkirkan kendaraannya ditempat-tempat yang agak jauh dari lokasi keramaian, diantaranya dapat menggunakan sebagian jalur jalan di sepanjang Samirin.

Teguh menghimbau kepada masyarakat yang mau menyaksikan gelaran event tersebut untuk datang lebih awal sebelum penutupan jalur lalu lintas. Dihimbau pula agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok untuk antisipasi tindak kejahatan. Selain itu agar anak selalu dalam pengawasan orang tua.