Kino Indonesia; Alokasikan Saham Untuk Karyawan

Kino Indonesia; Alokasikan Saham Untuk Karyawan

Jakarta, Kabarindo– PT Kino Indonesia mengadakan program employee stock allocation (ESA) sebanyak 30 ribu saham, yang dialokasikan dari jumlah saham yang dilepas melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Pemegang saham Kino Indonesia, PT Kino Investindo juga akan menggelar penawaran terbatas sebanyak 57,14 juta saham atau 4% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kino Investindo menyasar investor utama seperti investor internasional jangka panjang, hedge funds, dan wealth management dalam aksi penawaran terbatas tersebut. “Penawaran terbatas ini akan dilakukan di BEI melalui pasar sekunder setelah tanggal pencatatan,” jelas manajemen Kino dalam pengumuman resmi, Jumat (4/12).

Saat ini, Kino Investindo menguasai 87,5% saham Kino Indonesia dan Harry Sanusi sebesar 12,5%. Setelah IPO dan pogram ESA, kepemilikan Kino Investindo menjadi 73,5% dan Harry Sanusi 10,5%, dan investor publik 16%.

Lebih lanjut, setelah penawaran saham terbatas, kepemilikan Kino Investindo kembali terdilusi menjadi 69,5%, dan kepemilikan publik naik menjadi 20%.

Sementara itu, Kino bakal meraih dana sebesar Rp 868,6 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan menetapkan harga IPO Rp 3.800 per saham. Sebelumnya, harga IPO Kino berkisar Rp 3.750-5.225 per saham.

Kino Indonesia melepas 228,57 juta saham atau setara 16% kepada publik. Perseroan akan menggunakan 27% dana hasil IPO untuk akuisisi merek atau akuisisi aset, serta penyertaan modal pada perusahaan di industri sejenis. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan anorganik Grup Kino.

IPO Kino Indonesia ditangani oleh tiga penjamin emisi. Mereka adalah PT Deutsche Securities Indonesia, PT Credit Suisse Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities. Perseroan melangsungkan masa penawaran saham IPO pada 4-7 Desember 2015, dan penjatahan dijadwalkan 8 Desember 2015.

Selanjutnya, pengembalian uang pemesanan (refund) serta distribusi saham secara elektronik pada 10 Desember 2015. Sehingga, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia bisa terlaksana pada 11 Desember 2015 seperti dilansir dari laman beritasatu.