Kendaraan Multiguna Progea; Siap Diproduksi Massal

Kendaraan Multiguna Progea; Siap Diproduksi Massal

Surabaya, Kabarindo- Kendaraan  multiguna yang dinamai Progea telah diluncurkan di depan gedung Rektorat ITS pada akhir pekan.

Ini merupakan salah satu proyek penelitian konsorsium yang melibatkan akademisi, bisnis dan goverment (ABG) dalam mengembangkan kendaraan multiguna pedesaan yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Konsorsium penelitian selama tiga tahun itu terjalin antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, PT INKA, PT Railindo Global Karya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur serta Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur.

Dr. Ir. Agus Sigit Pramono DEA, ketua peneliti Progea, mengatakan kelebihan mobil tersebut adalah  mampu melakukan empat fungsi sekaligus. Yaitu menjadi mobil toko untuk berjualan, mobil penumpang, mobil pengangkut barang dan mobil produksi.

“Karena itu mobil tersebut dinamakan mobil multiguna Progea singkatan dari Produktif Gulirkan Energi Alternatif,” jelas dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini pada Sabtu (20/12/2014).

Agus menambahkan, Progea dibuat untuk membantu industri kecil menengah (IKM) pedesaan dalam meningkatkan produktivitas. Mobil ini mampu melakukan empat fungsi sekaligus dengan satu mobil.

Ia menjelaskan, Progea memiliki empat boks yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan. Untuk pemasangan dan pelepasan boks, mobil dilengkapi pengait untuk memastikan keamanan agar boks tidak bergeser ketika digunakan. 

Koordinator tim peneliti ITS, Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc PhD, menerangkan 75% bagian mobil tersebut adalah buatan ITS, sedangkan 25% sisanya menggunakan mesin dari Tiongkok. Namun tim sudah mampu mengembangkan mesin yang mereka sebut SINJAI (Mesin Jawa Timur Indonesia) yang dipasangkan ke mobil.

“Diharapkan, SINJAI dapat menghasilkan mobil 100%  buatan kita,” ujar pria dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini.

Mesin SINJAI dibuat sendiri oleh ITS,  kecuali injektor dan pompa bahan bakar yang masih harus menggunakan produk impor. Dr. Bambang Sudarmanta ST MT, ketua peneliti SINJAI, mengatakan mesin ini akan disempurnakan lagi supaya menggunakan bahan bakar alternatif  agar ramah lingkungan.

Saat ini Progea baru diproduksi dua unit, namun sudah mendapat tawaran produksi ratusan unit dari beberapa kepala daerah di Jawa Timur. Nyoman Sutantra mengatakan, produksi selanjutnya akan diserahkan kepada PT INKA.

Untuk langkah selanjutnya, ITS bekerja sama dengan  Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengurus perijinan Progea supaya memenuhi izin penggunaannya di masyarakat. ITS berharap Academic Business Government Community and Press (ABGCP) untuk mengenalkan Progea kepada masyarakat luas.