Kenali Kandungan ASI; Banyak Manfaat Bagi Bayi Anda

Kenali Kandungan ASI; Banyak Manfaat Bagi Bayi Anda

Surabaya, Kabarindo- Sejak lama kita mendengar pentingnya ASI bagi bayi. Namun mungkin tak banyak yang benar – benar memahami pentingnya ASI, kandungannya dan manfaatnya bagi bayi.
 
Dr. Laksmi Suci Handini, SpA., dari RS Husada Utama (RSHU) Surabaya, memaparkan tentang ASI dan segala kebaikannya sebagai pengetahuan bagi para orang tua pada Minggu (11/8) kemarin.
 
Ia menjelaskan, Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan hidup yang mengandung sel sel darah putih, imunoglobulin, enzim, hormon serta protein spesifik dan zat gizi lainnya yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak.
 
Pemberian ASI dimulai sejak Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yaitu segera menaruh bayi di dada si ibu. Kontak kulit ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir setidaknya 30 menit hingga 1 jam atau lebih sampai bayi menyusu sendiri.
 
Dr. Laksmi menekankan, bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif yaitu hanya ASI saja tanpa pemberian makanan atau minuman lain sejak lahir sampai berusia 6 bulan.
 
Sayangnya pemberian ASI di Indonesia masih kurang menggembirakan. Berdasarkan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2007, pemberian ASI eksklusif sebesar 38%. Angka ini menurun dari 39,5%  pada 2002 - 2003. Sementara peningkatan jumlah bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapat susu formula mencapai 16,7%  pada.2002 menjadi 29,7% pada 2007.
 
Pentingnya pemberian ASI dicantumkan dalam Konvensi tentang Hak Anak yang menyatakan bahwa setiap anak menyandang hak untuk hidup dan kepastian untuk dapat bertahan hidup serta tumbuh kembang yang optimal.
 
Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO / UNICEF merekomendasikan 4 hal penting dalam pemberian makanan bayi dan anak yaitu:
1.      Memberikan ASI kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir.
2.      Memberikan ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi usia 6 bulan.
3.      Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sejak usia 6 bulan sampai 2 tahun.
4.      Meneruskan pemberian ASI sampai anak usia 2 tahun.

Menurut para ahli, bayi belum membutuhkan minuman atau makanan selain ASI sampai usia 6 bulan. Artinya, bayi hanya memperoleh ASI tanpa tambahan cairan (susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan lain - lain) juga makanan lain seperti pisang, bubur, biskuit, nasi tim dan lain-lain.

Pemberian ASI secara eksklusif banyak memberikan keuntungan karena ASI mengandung zat nutrisi dengan kualitas, kuantitas dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan dan kecerdasan bayi. ASI membuat pertumbuhan sel otak lebih optimal, terutama karena mengandung protein khusus yaitu taurin. Juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan susu sapi / kaleng. Kandungan ASI pun menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi, bahkan mampu merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh pada bayi.

Keunggulan dan manfaat menyusui bagi anak dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu:
Aspek gizi
1.     Kolostrum
Tinggi kandungan Imunoglobulin A. Jumlah yang diproduksi bervariasi bergantung dari hisapan bayi pada hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.
 
2.      Komposisi ASI
ASI mudah dicerna karena mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan bayi, mengandung enzim – enzim untuk mencerna zat gizi tersebut. Zat gizi dalam ASI paling cocok bagi tumbuh kembang anak.
Komposisi protein ASI adalah Whey : Kasein 65:35 dibanding komposisi susu sapi 20:80. Protein whey lebih mudah dicerna daripada protein kasein. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah dicerna dan dimetabolisme dibandingkan susu sapi.
 
3.      Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
Taurin adalah asam amino kedua terbanyak dalam ASI yang berfungsi dalam proses maturasi jaringan otak.
DHA (Decosahexanoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid) adalah asam lemak tak jenih rantai panjang yang diperlukan untuk pembentukan sel sel otak secara optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi dalam menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak.
 
Aspek Imunologi / kekebalan tubuh
1.      ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
2.      Sekretori Immunoglobulin A (SigA) dalam ASI kadarnya cukup tinggi, tidak diserap namun dapat melumpuhkan bakteri dan virus dalam sistem pencernaan bayi dan berperan dalam menjaga ketahanan mukosa.
3.      Laktoferin, semacam protein zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
4.      Lysozym, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri dan virus. Jumlahnya pada ASI 300 kali lebih banyak dibandingkan pada susu sapi.
5.      Sel darah putih pada ASI selama 2 minggu pertama sebanyak >4000 sel/ml. Terdiri dari 3 macam yang masing - masing merupakan kekebalan untuk sistem pernafasan (BALT), sistem pencernaan (GALT) dan dari MALT
6.      Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yg mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
 
Aspek Psikologis
1.      Menyusui dipengaruhi emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon oksitosin yg akan meningkatkan produksi ASI. Ibu yang menyusui akan lebih percaya diri dalam mengasuh anak – anaknya.
2.      Pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi bergantung dari interaksi ibu - bayi. Ikatan kasih sayang ibu - bayi terjadi karena skin to skin contact. Bayi merasa aman dan puas. Bayi yang disusui akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.
 
Aspek Kecerdasan
Interaksi ibu - bayi dan kandungan gizi dalam ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak dan meningkatkan kecerdasan bayi. Bayi yang diberi asi memiliki IQ 4 poin lebih tinggi pada usia 18 bulan dan 8.5 poin lebih tinggi pada usia 8 tahun dibanding bayi yang tidak diberi ASI.
 
Aspek Neurologis
Menghisap payudara akan membuat koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas menjadi lebih sempurna pada bayi baru lahir.
 
Selain itu pemberian ASI juga memiliki manfaat :
1. ASI mengandung zat gizi paling sempurna untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan kecerdasannya.
2. ASI mengandung kalori 65 kcal/100ml yang memberikan cukup energi bagi pertumbuhan bayi. Sebanyak 90% kandungan lemak ASI dapat diserap oleh bayi.
3. ASI membuat sel otak tumbuh secara optimal, terutama karena kandungan protein khusus taurin. Juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang lebih banyak dari susu sapi / kaleng. Protein ASI jarang menyebabkan alergi terhadap manusia.
4. ASI memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi serta merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi.
5. Pemberian ASI dapat mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi. Ini akan menjadi dasar si kecil percaya pada orang lain, lalu diri sendiri dan akhirnya bayi berpotensi untuk mengasihi orang lain.
6. ASI selalu tersedia, bersih dan segar.
7. ASI jarang menyebabkan diare dan sembelit yang berbahaya.
8. ASI lebih ekonomis, hemat sekaligus praktis.
9. ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi.
10. ASI membantu program Keluarga Berencana.