Kemkeu Kucurkan PMN PPA Rp 1 Triliun; Hari Ini

Kemkeu Kucurkan PMN PPA Rp 1 Triliun; Hari Ini



Jakarta, Kabarindo- Kementerian Keuangan (Kemkeu) segera mengucurkan dana penanaman modal negara (PMN) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 1 triliun.

Penanaman modal ini ditujukan untuk memperkuat peran perusahaan dalam mengelola aset BUMN.

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan Dedi Syarif Usman mengatakan, PMN untuk PT PPA tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2015 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

“Aturan ini mulai berlaku pada 21 September, tapi baru bisa dicairkan besok (red, hari ini). Pemberian PMN dengan pertimbangan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas perusahaan,” kata dia, di Jakarta, Selasa (1/12).

Ditambahkan, penerbitan PP PMN itu harus dilakukan mengingat UU No. 19/2003 tentang BUMN mengharuskan setiap perubahan penyertaan modal Negara baik berupa penambahan atau pengurangan, termasuk struktur kepemilikan negara atas saham perusahaan, ditetapkan dengan PP.

PT PPA awalnya dibentuk untuk meneruskan pekerjaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jangka waktu lima tahun – pasca dibubarkannya BPPN. Selain mengelola aset eks BPPN tersebut di atas, PT PPA dalam perjalanannya juga memiliki ruang lingkup business advisory, diantaranya meliputi kegiatan restrukturisasi dan/atau revitalisasi, konsultansi dan pendampingan teknis pada BUMN sesuai dengan penugasan dari Menteri BUMN - setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan RI.

“Dalam konteks tugas yang terakhir ini, PT PPA diberi kuasa penuh untuk melakukan segala hak dan kewenangan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham BUMN - kecuali melakukan pemberhentian dan pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris serta mengambil keputusan dalam penggunaan laba BUMN,” tambahnya.

Salah satu aset yang disehatkan (restrukturasi) adalah Merpati. Perusahaan ditugaskan untuk melunasi utang kepada karyawan sekitar Rp 350 miliar akan ditalangi oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai pihak yang menangani restrukturisasi Merpati seperti dilansir dari laman beritasatu.