Kementan RI Gandeng DEN; Gelar Rapat Bersama

Kementan RI Gandeng DEN; Gelar Rapat Bersama

Ragunan, Jakarta, Kabarindo- Kementerian Pertanian RI dan Dewan Energi Nasional (DEN) mengadakan rapat bersama di Ruang Pola, Gedung A Kementan, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Rapat yang membahas tentang sosialisasi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) itu dimulai pukul 14.00 WIB dan dipimpin oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan dihadiri Sekretaris Jenderal DEN Satry Nugraha.

"Kementerian ini adalah salah satu anggota tetap dari Dewan Energi Nasional," kata Sekjen DEN saat dijumpai rekan media usai gelar rapat tersebut.

Satry Nugraha juga mengatakan bahwa Kementan selaku anggota DEN memiliki tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi di antaranya dengan membuat roadmap atau peta jalan dalam pemenuhan komoditas untuk energi terbarukan di dalam negeri.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Mat Syukur dalam keterangannya menjelaskan, sebagai anggota DEN pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menyusun peta jalan tentang jenis-jenis komoditas yang akan menjadi bahan baku energi yaitu khususnya bio energi. Tetapi,  lanjut Mat Syukur, komoditas tersebut tidak boleh berbenturan dengan kebutuhan pangan

"Jadi harus disusun sedemikian rupa roadmapnya dalam jangka panjang, jenis-jenis tanaman dan termasuk juga mengkoordinasikan untuk mempersiapkan benih-benih tanamannya," ujar Mat Syukur.

Ia menuturkan, untuk energi terbarukan selama ini, khusus untuk bio diesel masih mengandalkan kepada CPO (Clude Palm Oil).

"CPO ini masih cukup produksi sampai tahun 2019, dan masih cukup memenuhi kebutuhan bio diesel didalam negeri," ungkap Mat Syukur.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan, selain program bio diesel, Kementan juga mendapat tantangan untuk energi terbarukan yang lain, yakni bio ethanol.

"Untuk kebutuhan bio ethanol, programnya masih berat untuk bisa dicapai karena memang ini terkait berbagai hal, tidak hanya jenis tanamannya saja tetapi bagaimana memberikan insentif harga bagi para asosiasi produsen bio ethanol dan asosiasi produsen bio diesel agar mereka bisa tertarik didalam mengonsumsi bio ethanol maupun bio diesel tersebut," paparnya tutup.