Kemenperin RI; Dorong Peningkatan Penerapan SNI

Kemenperin RI; Dorong Peningkatan Penerapan SNI

Jakarta, Kabarindo- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi para pelaku usaha baik yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang.

"Pemerintah menyediakan insentif, terutama untuk kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang standarisasi melalui kegiatan capacity building," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat memberikan sambutan pada acara pemberian SNI Award, di Jakarta, Jumat.

Hidayat mengatakan, saat ini, sertifikasi Standar Nasional Indonesia masih didominasi oleh SNI yang diberlakukan secara wajib oleh kementerian teknis meskipun hal tersebut merupakan eleman utama dalam penerapan stadarisasi tersebut.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan SNI masih cenderung didorong oleh pemberlakuan regulasi teknis, bukan karena kesadaran para pelaku usaha yang secara sukarela menerapkan SNI," kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, pilar standarisasi ditopang oleh kekuatan dua elemen utama, yakni pengembangan standar dan penerapan standar dan untuk saat ini dari kurang lebih sebanyak 7.700 SNI yang telah dikembangkan, belum semuanya diterapkan atau dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

"Pemerintah melalui BSN juga memberikan stimulasi kepada dunia usaha melalui SNI Award kepada perusahaan yang secara konsisten menerapkan standar tersebut," kata Hidayat seperti dilansir dari laman antaranews.

Badan Standarisasi Nasional menyerahkan 10 penghargaan Standar Nasional Indonesia kepada para pelaku industri yang dinilai konsisten dalam menerapkan standar dan juga memiliki kinerja baik.

Penyelenggaraan SNI Award 2013 ini merupakan yang ke-9 dan merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh BSN dalam mendorong penerapan SNI di Indonesia dan diikuti oleh 180 perusahaan dari 15 provinsi, yang kemudian disaring menjadi 35 nominator dan pada akhirnya didapat 10 terbaik.

Pada tahun 2013 ini, SNI Award akan diserahkan kepada 10 industri atau organisasi dalam 10 kategori yakni perusahaan skala kecil-menengah-besar baik untuk jasa maupun barang, dengan penilaian antara lain kinerja organisasi yang terdiri dari kepemimpinan dan manajemen, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, dan pengelolaan atau realisasi produk.