Kemenperin; Dukung Terus UMKM Nasional

Kemenperin; Dukung Terus UMKM Nasional

Padang Panjang, Sumbar, Kabarindo- Kementerian Perindustrian terus mendorong kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang dan bisa bersaing dengan produk-produk yang berasal dari luar negeri.

"Dorongan yang diberikan Kemenperin karena kegiatan UMKM tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia beberapa waktu lalu," kata Staf Ahli Bidang Pemasaran dan Produksi Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Ferry Yahya ketika meresmikan pemakaian Pondok Design dan Promosi UMKM Kota Padang Panjang, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pondok promosi dan pusat desain yang diresmikan itu juga merupakan salah satu bentuk dukungan bagi pelaku usaha di Kota Padang Panjang agar bisa bertahan di era globalisasi.

"Gedung ini merupakan sarana bagi pelaku usaha di Padang Panjang untuk bisa lebih kreatif lagi dalam memproduksi berbagai bentuk kerajinan," katanya.

Ferry Yahya yang berasal dari Agam itu, juga memiliki historis semasa kecil dengan Kota Padang Panjang. Di mana, dirinya masih ingat kalau ke Kota yang berjuluk "Serambi Mekah" itu akan menemui pengrajin-pengrajin kulit yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengemukakan salah satu produk unggulan dari daerah setempat yakni aneka kerajinan kulit. Di mana, pengrajin-pengrajin kulit yang ada telah mampu membuat berbagai macam tas, sepatu, ikat pinggang serta aneka kerajinan kulit lainnya yang telah dipasarkan hingga ke luar daerah.

"Kita menjadikan kerajinan kulit sebagai salah satu produk unggulan dari Padang Panjang. Hal ini juga ditunjang oleh keberadaan UPTD Pengolahan Kulit yang telah beroperasi sejak tahun 2010. Ke depannya, usaha ini akan terus kita tingkatkan apalagi kita juga telah memiliki pondok design dan promosi UMKM ini," sebutnya.

Kepala Dinas UMKM dan Koperindag Kota Padangpanjang Reflis menyebutkan, Pondok Design dan Promosi UMKM ini biaya pembangunannya berasal dari kerja sama antara Pemko Padangpanjang berupa pengadaan tanah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk gedung dan Kementerian Perindustrian untuk peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

"Nantinya, tempat ini akan digunakan sebagai lokasi workshop produk-produk kerajinan sekaligus outlet-outlet untuk memasarkan hasil pengrajin kita," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.