Kemendag-Muhamadiyah; Berkolaborasi Cetak Konsumen Cerdas

Kemendag-Muhamadiyah; Berkolaborasi Cetak Konsumen Cerdas

Jakarta, Kabarindo- Konsumen perlu diberikan sosialisasi dan edukasi atas hak-haknya seperti untuk mendapatkan informasi yang penuh, mendapatkan advokasi, menyampaikan komplain atau keluhan, dan bahkan mendapatkan kompensasi jika keluhannya terbukti benar.

Hal itu dipapar lugas oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan saat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin tentang 'Kerjasama Peningkatan Edukasi di Bidang Perlindungan Konsumen dan Pemberdayaan Pasar Tradisional', hari ini (Kamis, 29/8).

Menurut Mendag, salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemendag tahun ini demi mewujudkan konsumen cerdas adalah dengan melakukan kerja sama edukasi yang intensif dengan majelis keagamaan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, instansi terkait dan komunitas lainnya.

"Melalui Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat terwujud konsumen cerdas dan pedagang pasar/warung yang bertanggung jawab, serta percepatan penyelenggaraan perlindungan konsumen baik dari segi kejujuran, kebersihan dan ketertiban melalui pendekatan religius", ujarnya.

Lebih lanjut, Mendag menyampaikan harapannya agar peran dai dan pendakwah mampu memotivasi masyarakat dengan 'bahasa komunitas' mereka.

Mendag juga mengungkapkan bahwa organisasi kemasyarakatan berperan penting dalam upaya mewujudkan perlindungan konsumen serta pedagang yang bertanggung jawab karena memiliki
sumber daya yang besar dari segi komposisi, kuantitas, maupun kualitas.

"Upaya mewujudkan konsumen Indonesia yang cerdas dan bermartabat, serta pelaku usaha yang bertanggung jawab tidak hanya dilakukan pada saat tertentu saja, namun menjadi sikap dan
kebiasaan setiap saat bagi seluruh konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah", imbuh Mendag.

Sementara itu terkait dengan pasar tradisional, Kementerian Perdagangan telah menetapkan program revitalisasi Pasar Tradisional guna menciptakan pasar yang bersih, tertib, aman, sejuk, dan ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan daya saing pasar; meningkatkan omzet transaksi, kepastian berusaha, dan perlindungan bagi konsumen; memperlancar arus distribusi barang, meminimalisasi disparitas harga baik antar daerah maupun antar waktu, dan menjaga stabilitas harga; serta menjadikan pasar yang direvitalisasi sebagai referensi bagi pemerintah daerah untuk pengembangan/pembangunan dan pengelolaan pasar.

Selain itu, Kemendag melakukan pembinaan melalui pendampingan kepada para pedagang dan pengelola, serta pembentukan Forum Komunikasi di setiap pasar tradisional. Hal ini dimaksudkan agar pasar dapat dikelola dengan manajemen yang baik dan pedagang dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa program pemerintah yang telah dirancang dengan sangat baik tidak akan berarti tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas sikap tanggap dan dukungannya kepada pemerintah untuk turut serta mengembangkan wawasan perlindungan konsumen serta pemberdayaan pasar tradisional”, pungkas Mendag.