Kemendag; Saksikan Pengapalan Ekspor 250 Ton Timah

Kemendag; Saksikan Pengapalan Ekspor 250 Ton Timah

Bangka Belitung, Kabarindo- Kepala Biro Analisis Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Mardjoko, mewakili Kepala Bappebti hari ini melakukan kunjungan ke PT. Timah (Persero).

Kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk menyaksikan pengapalan 250 ton timah hasil produksi PT. Timah (persero) yang diperdagangkan di bursa timah untuk tujuan ekspor di Pelabuhan Muntok, Bangka Belitung, serta kunjungan ke Pangkalan Balam guna melihat gudang dan laboratorium pemrosesan timah.

"Prinsip perdagangan melalui bursa adalah perdagangan bebas dan adil dimana semua pihak, baik penjual maupun pembeli, bebas bertransaksi tanpa ada pembatasan. Transaksi juga dapat dilakukan secara multilateral dimana banyak penjual dan pembeli, sehingga tidak ada pihak yang
melakukan praktek monopoli," tegas Mardjoko.

Penyelenggaraan Bursa Timah oleh Bursa Berjangka, menurut Mardjoko, lebih aman dan terpercaya karena didukung oleh Lembaga Kliring Timah sebagai lembaga penjaminan
dan penyelesaian transaksi timah. Selain itu, Lembaga Kliring Timah, Kelembagaan Pergudangan (PT. BGR) dan Lembaga Surveyor (PT. Sucofindo dan Surveyor Indonesia) juga membantu memastikan bahwa barang timah yang disimpan dan diperdagangkan telah sesuai dengan spesifikasi mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak fisik timah.

Perdagangan timah di Bursa Timah telah mengambil peran sebagai price maker dan diharapkan dengan terbentuknya harga di Bursa Timah Indonesia tersebut kedepannya akan menjadi harga referensi Timah dunia. Sejak dilakukan peluncuran perdana oleh Menteri Perdagangan RI Gita
Wirjawan pada tanggal 30 Agustus 2013, harga timah batangan saat ini telah mengalami kenaikan sebesar 7,3%.
Perhitungan kenaikan ini berdasarkan harga per 20 September 2013 yang mencapai USD 23.195/Ton dibandingkan dengan harga saat peluncuran per 30 Agustus 2013 sebesar USD 21.51/Ton.

Berdasarkan perkembangan harga rata-rata mingguan timah batangan selama September ini, kecenderungannya terus meningkat secara berturut-turut yaitu pada minggu ke-1 (2-6 September) harga USD 21.896/Ton; minggu ke-2 (9-13 September) USD 22.840/Ton; dan minggu ke-3 (16-20
September) USD 22.969/Ton.

Komisaris Utama Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) Fenny Widjaja menjelaskan bahwa saat ini jumlah anggota bursa yang terdaftar untuk perdagangan timah sebanyak 21 Perusahaan.

Terdiri dari 9 Perusahaan Penjual, yaitu PT. Timah Tbk, PT. Tambang Timah, PT. Refined Bangka Tin, PT. Mitra Stania Prima, PT. Inti Stania Prima, PT. Prima Timah Utama, PT. Eunindo Usaha Mandiri, PT. Comexindo International, dan PT. Pelat Timah Nusantara; serta 12 Perusahaan Pembeli, yaitu H. Monde, Daewoo International Corporation, Gold Matrix Resources, Great Force Trading, Noble Resources International Pte. Ltd., Purple Products Pvt. Ltd., Toyota Tsusho Corporation, Uni Bros Metal Pte. Ltd., Westin Trade Global Limited, Indometal (London) Ltd), Gain Global Market, INC., Danpac Capital PTE. LTD.

Pada 21 September 2013 telah dilakukan pengapalan ekspor timah perdana pascapeluncuran perdagangan timah melalui bursa sebanyak 150 ton senilai USD 3,4 juta melalui pelabuhan Pangkalan Balam, Provinsi Bangka Belitung. Tujuan negara ekspornya yaitu Belanda, Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. Pengapalan ekspor timah selanjutnya dilaksanakan pada 25 September 2013.

Sebanyak 250 ton timah dengan nilai ekspor USD 5,5 juta akan dikapalkan melalui pelabuhan Muntok, Provinsi Bangka Belitung dengan negara tujuan antara lain Jepang, China dan Singapura.