Kemendag RI; Sosialisasikan Sistem Resi Gudang

Kemendag RI; Sosialisasikan Sistem Resi Gudang

Bandar Lampung, Kabarindo– Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Sutriono Edi.

Ia hari ini, Kamis (20/3), menghadiri sekaligus membuka acara sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Sutriono Edi dalam acara sosialisasi SRG tersebut mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi SRG yang dilakukan pada hari ini. Acara ini sangat penting dalam memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang SRG kepada pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani yang diharapkan ke depan semakin banyak pihak yang mengetahui dan paham mengenai SRG.”

Lebih lanjut, Sutriono menyatakan bahwa dalam rangka pengembangan dan percepatan pelaksanaan SRG diperlukan sinergi dan peran aktif seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, perbankan, asuransi, pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani.

Bappebti bekerja sama dengan Pemerintah Daerah sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 telah membangun gudang sebanyak 98 gudang SRG di 78 kabupaten di 21 provinsi. Khusus di Provinsi Lampung telah dibangun sebanyak 6 gudang SRG yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tanggamus, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat. Rencananya pada tahun 2014 akan dibangun kembali sebanyak 1 gudang SRG di Provinsi Lampung, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan.

“Pembangunan gudang SRG merupakan komitmen pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan untuk membantu menghidupkan perekonomian daerah, mendorong tumbuhnya pelaku usaha di daerah dan sebagai sarana pengendalian stok nasional yang lebih efisien. Oleh karena itu, kami juga meminta pemerintah daerah untuk terus berkomitmen dalam mendukung implementasi SRG di Provinsi Lampung,” tutur Sutriono.

Dengan memiliki resi gudang, para pelaku usaha, khususnya petani, kelompok tani, koperasi, dan usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memperoleh kredit di bank tanpa memberikan jaminan atau aset tetap lainnya, seperti tanah, rumah, atau kendaraan bermotor. “Jaminannya adalah resi gudang itu sendiri yang merupakan bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang, sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya langsung pada saat panen raya di mana harga sedang turun,” imbuh Sutriono.
Sutriono melanjutkan bahwa pembiayaan resi gudang telah dilakukan oleh lembaga keuangan bank seperti BRI, Bank BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto, maupun lembaga keuangan non-bank, yaitu Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (KUKM). Nilai total pembiayaan yang telah diberikan sampai 17 Maret 2014 sebesar Rp 164,09 miliar.

Sosialisasi SRG kali ini dihadiri oleh Gubernur Lampung, Walikota Bandar Lampung, Bupati Lampung Selatan, Bupati Lampung Tengah, Bupati Lampung Timur, Bupati Tanggamus, Bupati Tulang Bawang, Bupati Pesisir Barat, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Direktur Utama PT Pertani, Direktur Utama PT KBI, Direktur UMKM Bank BRI, para pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Perdagangan, serta instansi terkait lainnya.