Kemendag Penghujung Tahun; Terus Kembangkan Pasar Lelang

Kemendag Penghujung Tahun; Terus Kembangkan Pasar Lelang

Sidoarjo, Jatim, Kabarindo- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sutriono Edi.

Ia terus melakukan terobosan untuk menggenjot kesejahteraan petani dan pedagang. Satu per satu daerah mulai mengembangkan Pasar Lelang Komoditas (PLK) agar rantai perdagangan makin pendek dan para petani berubah pola pikirnya agar menjadi petani modern, yakni sebagai petani sekaligus pengusaha.
Setelah Semarang dan Bali, kini Sutriono Edi meluncurkan PLK di Sidoarjo, Jawa Timur. PT. Puspa Agro diresmikan sebagai penyelenggara PLK. PLK dikembangkan untuk memperpendek mata rantai perdagangan, memberikan kepastian harga, kualitas, kuantitas, dan penyerahan tepat waktu serta cara menyimpan produk pertanian dengan biaya yang paling rendah. "Kami ingin mengubah pola pikir petani yang sederhana menjadi modern, yakni petani pekerja menjadi petani pengusaha," tegas Sutriono dalam peluncuran Revitalisasi PLK di Sidoarjo, Jawa Timur, (16/12). Khusus menghadapi MEA 2015, Sutriono meminta PT. Puspa Agro memberdayakan petani dan terus memperluas serta memperkuat jaringan pasar. Selain itu, PT. Puspa Agro juga diharapkan terus memperluas akses untuk memasarkan hasil panen petani dan menghasilkan komoditas yang berkualitas. Menurutnya, salah satu tujuan PLK menciptakan insentif bagi peningkatan produksi dan mutu serta peningkatan pendapatan petani produsen adalah karena petani akan memiliki kepastian harga. PLK akan menciptakan transparansi harga yang wajar, sehingga memungkinkan petani merencanakan pola budi daya tanam. Dengan demikian, petani lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Seperti diketahui, nilai transaksi PLK nasional pada periode Januari-November 2014 tercatat sebesar Rp 693,7 miliar, dimana hingga November 2014, tercatat lima jenis komoditas dengan nilai transaksi terbesar nasional, yaitu beras (Rp 239,1 miliar, total volume 28.867 ton); jagung (Rp 81,1 miliar, total volume 30.501 ton); sapi (Rp 61,5 miliar, total volume 2.398 ton); ikan nila (Rp 24,1 miliar, total volume 1.032 ton); dan cokelat (Rp 23,6 miliar, total volume 739 ton). Saat ini, nilai transaksi PLK di Jawa Timur pada 2014 tercatat sebesar Rp 180,7 miliar dengan lima jenis komoditas yang mempunyai nilai transaksi terbesar di Jawa Timur, adalah sapi (Rp. 50,2 miliar, total volume 1.882 ton); beras (Rp. 41,6 miliar, total volume 5.058 ton); cabe (Rp. 11,2 miliar, total volume 295 ton); kentang (Rp. 9,9 miliar, total volume 1.638 ton); dan jagung (Rp. 9,3 miliar, total volume 3.100 ton).
SIARAN PERS
Pusat Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id
"Revitalisasi PLK kini lebih mengedepankan kemandirian dan profesionalisme. Diharapkan revitalisasi ini akan membentuk lembaga penyelenggara PLK yang mampu melihat peluang bisnis dalam mengembangkan pasar lelang sebagai suatu unit bisnis yang mendukung pemasaran komoditas di Indonesia," papar Sutriono. Jawa Timur sebagai salah satu peserta revitalisasi pasar lelang telah menunjukkan komitmen dalam upaya mengembangkan PLK melalui penunjukan PT. Puspa Agro sebagai calon penyelenggara PLK. PT. Puspa Agro yang merupakan BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam pengembangan PLK seperti integrasi dengan Sistem Resi Gudang (SRG) secara online, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada para petani/UKM maupun pelaku usaha. “Berdasarkan Undang-Undang No. 9 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang Pasal 33 ayat (1) huruf (d) dinyatakan bahwa Urusan Pemerintah Daerah di bidang Pembinaan Sistem Resi Gudang meliputi pemfasilitasian pengembangan Pasar Lelang Komoditas,” ungkap Sutriono. PT. Puspa Agro diharapkan tetap melakukan penguatan kelembagaan guna menjamin keberlangsungan perusahaan tersebut mengingat perkembangan perekonomian dan persaingan yang semakin ketat. PT. Puspa Agro juga dapat melakukan diversifikasi bisnis yang mampu menunjang penyelenggaraan PLK seperti pengangkutan, pergudangan, informasi, dan lain-lain. Dengan diversifikasi bisnis penunjang, PT. Puspa Agro dapat memperoleh pemasukan tambahan yang dapat digunakan untuk menutup biaya operasional koperasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu, PT. Puspa Agro diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan PLK dan menunjang SRG utamanya terkait penyerahan komoditas menggunakan dokumen Resi Gudang dan gudang SRG yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti sebagai gudang serah komoditas. Dengan revitalisasi pasar lelang, akan diterapkan sistem penjaminan yang bertujuan menjamin penyelesaian atas transaksi yang terjadi dan mengurangi resiko terjadinya gagal serah/gagal bayar. Dalam pelaksanaannya, setiap penjual dan pembeli diwajibkan untuk menyerahkan sejumlah dana jaminan/barang sebelum melakukan transaksi. Untuk melakukan kegiatan penjaminan, PT. Puspa Agro telah bekerja sama dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia selaku lembaga kliring dan penjaminan pasar lelang. Saat ini terdapat 14 penyelenggara PLK yang dibiayai oleh APBN dan APBD. Pada 2014 ini, lima diantaranya melakukan Revitalisasi Pasar Lelang, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.