Kemdag RI; Gencar Lakukan Diplomasi Perdagangan Sawit Di Berlin

Kemdag RI; Gencar Lakukan Diplomasi Perdagangan Sawit Di Berlin

Jakarta, Kabarindo– Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh agar produksi maupun ekspor sawit Indonesia 100% sustainable dan tersertifikasi (certified sustainable palm oil/CSPO).

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi di hadapan puluhan stakeholders pada kegiatan diplomasi perdagangan sawit bekerja sama dengan KBRI Berlin (6/6).

“Bagi Indonesia, industri sawit di Indonesia sangat strategis. Hampir 20 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung berkecimpung dalam industri sawit dan memberikan kontribusi pendapatan devisa sebesar USD 19,1 miliar tahun 2013 sehingga sawit memegang peranan penting dalam pengentasan kemiskinan. Tiga petani yang ikut serta pada kegiatan diplomasi ini adalah bukti pentingnya peran sawit bagi peningkatan kesejahteraan”, imbuh Bachrul.

“Tidak hanya bagi Indonesia, sawit merupakan sumber nabati yang paling produktif untuk dunia, karena dibandingkan dengan sumber nabati lainnya karena dapat menghasilkan 5-6 ton/tahun/hektar atau lebih dari 10 kali lipat, dan hanya membutuhkan 1% lahan dari 1,5 miliar hektar lahan pertanian untuk menyuplai 31% kebutuhan minyak nabati dunia,” jelas Bachrul lebih lanjut.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri menjadi salah satu dari tiga pembicara pada kegiatan dengan topik “Sustainable Palm Oil Development di Indonesia”. Pembicara lainnya adalah Harjanto Hanawi, Direktur Indonesia Palm Oil Customer Care (IPOCC) dan Julia Hofmann mewakili German Forum for Sustainable Palm Oil (FONAP). Ikut pula berpartisipasi dalam kegiatan ini, tiga petani dari Provinsi Riau untuk memberikan testimoni keberhasilan meningkatkan taraf hidup setelah menjadi petani plasma yang bermitra dengan perusahaan Indonesia.

Terkait dengan penerapan sustainability, FONAP memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Indonesia dan diharapkan melalui jaringannya FONAP dapat mendukung konvergensi antara ISPO dan RSPO atau dengan lembaga sertifikasi lainnya seperti International Sustanaibility and Carbon Certification (ISCC), Rainforest Alliance dan Rountable of Sustainable Biomaterials (RSB). FONAP juga diminta berperan aktif agar pemerintah Jerman dapat menyalurkan bantuan kepada petani kelapa sawit kecil.
Dukungan lain juga disampaikan oleh World Wildlife Fund Jerman terhadap penerapan sustainability di Indonesia.
Selain itu, tim Delegasi RI berkesempatan untuk mengunjungi Asosiasi Industri Pengolahan Bahan Baku Minyak dan Pusat Perbelanjaan Galeria Kaufhof, Alexanderplatz Berlin di sela-sela kunjungan kerja Diplomasi Sawit di Berlin.

Galeria Kaufhof merupakan salah satu rumah belanja terbesar di bawah jaringan Metro Group dan hingga kini telah memiliki 137 cabang berlokasi di daerah premium di seluruh dunia. Beberapa produk-produk Indonesia telah masuk dan didistribusikan melalui jaringan tersebut, diantaranya produk-produk makanan olahan. Produk turunan kelapa sawit juga telah dikenal secara luas di dunia industri makanan olahan dan telah digunakan pada lebih dari 40 ribu produk makanan dan kosmetik.

Selain di Galeria Kaufhof, produk makanan dan minuman masuk di beberapa retailer besar di Jerman, diantaranya Metro Cash & Carry, CITTI, Fegro Selgros Cash & Carry, Rewe group, Real, Edeka. Beberapa produk makanan dan minuman dengan merek dari Indonesia yang ada di Galeria tersebut, antara lain produk makanan olahan seperti tepung goreng, bumbu masak, krupuk, mi instan, alas kaki, dan produk tekstil.

Galeria Kaufhof akan melakukan promosi produk-produk Indonesia di outlet-nya di Munich pada akhir tahun 2014 mendatang.