Kazakstan; Minati Mi Indonesia

Kazakstan; Minati Mi Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Perusahaan Indonesia diharapkan segera membangun industri mi instan di Kazakstan sebagai salah satu langkah nyata peningkatan kerja sama kedua negara sahabat.

Untuk melancarkan lalu lintas manusia dan transportasi barang dagang, dalam waktu dekat perlu direalisasikan penerbangan langsung Indonesia-Kazakstan.

"Pariwisata, urusan bisnis, dan perdagangan kedua negara membutuhkan kemudahan transportasi. Karena itu, penerbangan langsung perlu direalisasikan," kata Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev dalam pertemuan pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden Kazakstan, Senin (2/9) seperti dilansir dari laman beritasatu.

Indonesia dan Kazakstan bertekad meningkatkan kerja sama di segala bidang mencakup, kebudayaan, energi, pangan, turisme, dan juga politik.

Pada kesempatan yang sama, menteri luar negeri (menlu) Indonesia dan menlu Kazakstan menandatangani naskah kerja sama di bidang politik, keamanan, dan internasional, sedangkan Mendikbud Mohammad Nuh dan menteri pendidikan Kazakstan menandatangani kerja sama di bidang kebudayaan.

Presiden SBY menjelaskan, "Indonesia Culture Day" di Kazakstan digelar selama tiga hari, 2-5 September 2013. Tahun depan juga akan digelar "Kazakstan Culture Day" di Indonesia.

Indonesia dan Kazakstan memiliki latar belakang budaya yang hampir sama. Mayoritas penduduk Indonesia dan Kazakstan sama-sama beragama Islam. Kerja sama intensif kedua negara sudah berlangsung 20 tahun. Yang dipamerkan dalam acara "Indonesia Culture Day" adalah foto, tenun ikat, tari-tarian, dan film.

Selain memperingati 20 tahun hubungan kedua negara, kata SBY, kunjungan pertamanya kali ini merupakan kunjungan balasan. Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev pada 12-14 April 2012 mengunjungi Indonesia. Pada kunjungan kenegaraan itu, kedua pemimpin negara menyepakati kerja sama di bidang pengelolaan minyak bumi, pembangunan pabrik dan kendaraan, serta pembangunan pabrik mi instan di Kazakstan. Dalam lima tahun ke depan, kerja sama perdagangan diharapkan mencapai US$ 100 juta.

"Saya yakin, dalam tiga-empat tahun ke depan, perdagangan kedua negara akan tembus US$ 100 juta," kata SBY.

Indonesia membutuhkan sejumlah produk nonmigas asal Kazakstan, begitu pula sebaliknya. Presiden SBY mendukung permintaan Nursultan Nazarbayev untuk membuka penerbangan langsung dan mendorong perusahaan mi instan membuka pabrik di Kazakstan. Apalagi Kazakstan adalah salah satu negara penghasil gandum.

Kazakstan terus berbenah. Pada tahun 2017, negara ini akan menggelar "Expo 2017". Kazakstan bertekad menjadi 30 negara ekonomi maju pada tahun 2050. Presiden Nursultan Nazarbayev mendukung upaya Indonesia menjadi 10 besar dunia di bidang ekonomi tahun 2045.

Presiden Nursultan Nazarbayev memuji posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar yang memainkan peran penting di OKI (Organisasi Konferensi Islam). Juga negara Asia yang mampu menjadi salah satu anggota G-20.

Hubungan 20 Tahun
Hubungan bilateral sudah terjalin lama, sejak 28 Desember 1991, saat Indonesia memberikan pengakuan kepada Kazakstan sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari Uni Soviet. Negara ini memproklamirkan kemerdekaan pada 16 Dssember 1991. Pada 2 Juni 1993, hubungan diplomatik kedua negara resmi terjalin.

Kunjungan timbal-balik kedua negara terjadi sejak 6-8 April 1995, ketika Presiden Soeharto mengunjungi Kazakstan. Pada saat itu, Presiden Nursultan Nazarbayev dan Presiden Soeharto menyetujui kerja sama ekonomi yang lebih erat.

Pada kunjungan tahun 2012, kedua kepala negara juga menandatangani persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas dan pernyataan kehendak tentang kerja sama bilateral Kemlu RI dan Kemlu Kazakstan. Pemerintah Kazakstan telah meratifikasi persetujuan bebas visa tersebut pada 7 Agustus 2012, sedang pemerintah Indonesia melakukannya pada 26 Desember 2012. Persetujuan ini berlaku sejak 26 Januari 2013.

Indonesia Defisit
Perdagangan RI-Kazakstan terus meningkat setiap tahun. Namun, defiist Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun 2012, defisit perdagangan Indonesia dengan Kazakstan sebesar US$ 46,2 juta, meningkat dari US$ 16,8 juta tahun 2011. Total perdagangan kedua negara pada 2012 sebesar US$ 63 juta. Ekspor Indonesia tahun 2012 sebesar US$ 8,4 juta, sedang impor sebesar US$ 54,71 juta.

Impor Indonesia dari Kazakstan semuanya produk nonmigas. Impor dari negeri eks-Uni Soviet ini akan lebih besar lagi jika migas juga diimpor. Impor utama Indonesia adalah zinc, flat roiled, refined lead, dan kapas. Ekspor utama Indonesia mencakup alat percetakan, elektronik, tembakau, minyak kelapa sawit, dan suku cadang kendaraan.

Kazakstan berpotensi besar menjadi pasar produk iklim tropis dari Indonesia. Produk itu antara lain, tembakau, teh, kakao, karet alam, dan kayu. Produk industri yang belum diproduksi di Kazakstan juga potensial untuk diekspor ke negeri yang berbatasan dengan Rusia dan China ini. Pasar alat rekaman, mesin cetak, suku cadang kendaraan, dan tekstil, cukup besar di Kazakhstan.

Berpenduduk 17,5 juta di wilayah daratan seluas 2,7 juta km persegi, Kazakstan adalah salah satu negara di Asia Tengah yang kaya akan sumber daya alam, yakni produk mineral seperti uranium, bauksit, mangan, zinc, bijih besi, dan migas.

Negeri landlock atau tanpa laut ini juga memiliki lahan pertanian yang subur di bagian selatan. Di bagian tengah terbentang padang sabana dan stepa, wilayah yang cocok untuk peternakan. Di bagian utara terdapat sentra industri, dan timur merupakan wilayah permukiman.

Pada 2012, PDB per kapita Kazakstan US$ 13.300. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Presiden Nazarbayez meluncurkan "Strategy: Kazakstan 2050". Dalam strategi itu ditetapkan kebijakan "universal economic pragmatism". Pemerintah menargetkan, pada 2050 Kazakstan menjadi satu dari 30 negara maju di dunia.