Kalbe Farma Gandeng Kemenkes; Galang Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

Kalbe Farma Gandeng Kemenkes; Galang Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

Surabaya, Kabarindo- Terus meningkatnya prevalensi penyakit diabetes di Indonesia mendorong PT Kalbe Farma Tbk. bermitra dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia menggalang Gerakan Indonesia Lawan Diabetes.

Wujud dari gerakan tersebut diantaranya dengan mengadakan seminar edukasi diabetes bagi masyarakat awam maupun tenaga medis serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam 50.000 aksi #IndonesiaLawanDiabetes”.

Seminar edukasi tenaga medis diadakan di 5 kota besar yang diikuti dokter umum, ahli gizi, perawat dan apoteker dengan mengangkat tema Post Meal Glucose Management (manajemen lonjakan gula setelah makan). Sedangkan edukasi untuk awam digelar di lebih dari 43 kota yang mengangkat topik obesitas sebagai faktor risiko yang bisa menyebabkan diabetes, karena kegemukan dan obesitas digabungkan dengan kurangnya aktivitas fisik, berkontribusi terbesar terhadap penyakit diabetes secara global.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk., Irawati Setiady, mengatakan gerakan tersebut bertujuan memerangi prevalensi penyakit diabetes di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kalbe Farma untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik.

Seminar di Surabaya berlangsung di Novotel pada Sabtu (3/9/2016) yang menghadirkan pembicara diantaranya Prof. Dr. Agung Pranoto, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Dyah Erti Mustikawati MPH, perwakilan dari Kemenkes dan Ridwan Zalie, Brand Manager Diabetasol.

Prof. Agung mengatakan, diabetes sudah menjadi penyakit pembunuh nomor 3 di Indonesia (6,7%) merujuk pada data Sample Registration Survey (SRS) 2014. Jumlah penyandang diabetes terus meningkat. Ia merujuk data Riskesdas 2007 dan 2013 yang menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes dari 5,7% menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa.

Hal ini sesuai dengan estimasi International Diabetes Federation (IDF) 2015 bahwa penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta jiwa. Mengacu pada data tersebut, jika Indonesia tidak melakukan intervensi, diperkirakan penyandang diabetes akan mencapai 16,2 juta jiwa pada 2040.

Menurut Prof. Agung, kecenderungan meningkatnya penyandang diabetes terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyebabnya antara lain transisi gaya hidup modern yang mengubah pola makan dan meningkatnya usia harapan hidup yang disertai timbulnya penyakit-penyakit terkait.

“Harus ada penanganan yang baik terkait dengan meningkatnya penyandang diabetes. Yang utama adalah pencegahan. Tapi jika sudah terkena, harus dilakukan upaya agar tetap sehat,” ujarnya.

Berdasarkan data WHO (2014), 90% dari perkiraan 422 juta penyandang diabetes di seluruh dunia, menderita diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Data Riskesdas 2013 juga menunjukkan bahwa 2 dari 3 penyandang diabetes, tidak menyadari dirinya menderita diabetes.

Sementara itu, Dyah dari Kemenkes mengatakan, diabetes banyak dialami oleh usia 30-70 tahun. Hal ini menjadi alarm untuk waspada, salah satunya dengan upaya komprehensif dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

Ia menambahkan, banyak orang yang tidak menyadari diri mereka menderita diabetes. Hanya 30% penyandang diabetes yang terdiagnosis dan mempunyai akses ke layanan kesehatan. Sisanya 70% tidak terkontrol. Hal ini mengkhawatirkan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah.

Ridwan, Brand Manager Diabetasol, mengatakan salah satu misi dari Gerakan Indonesia Lawan Diabetes adalah mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup dan melakukan deteksi dini agar penyakit diabetes bisa dicegah.

Untuk itu, Kalbe Farma telah meluncurkan aplikasi digital Diabetes Solution Center dengan 4 fitur yaitu Diabetes Diary yang mampu melakukan monitoring kadar gula darah yang dilengkapi fitur pengingat dan alarm, Ask the Expert yaitu konsultasi online dengan ahli diabetes, Tips and Information seputar diabetes serta Delivery Service untuk kenyamanan berbelanja yang praktis dengan layanan antar 1x24 jam serta menerima manfaat sebagai anggota Kalbe Family. Aplikasi ini dapat diunduh di play store maupun application store pada smart phone atau diakses lewat www.diabetessolution.co.id.

Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-50, Kalbe Farma juga meluncurkan microsite www.indonesialawandiabetes.com untuk menampung 50.000 aksi #IndonesiaLawanDiabetes yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memposting foto aksi cek gula darah, aksi olahraga secara rutin atau aksi pola makan 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis).

Seluruh aksi yang terkumpul hingga World Diabetes Day pada November 2016 akan dikonversi menjadi bentuk dukungan berupa cek darah dan pangan nutrisi untuk didonasikan kepada layanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki prevalensi diabetes tinggi.

“Diharapkan berbagai langkah tersebut dapat membantu meminimalisir jumlah penderita diabetes di Indonesia,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Sarah Sechan sebagai figur publik dan juru bicara untuk Gerakan Indonesia Lawan Diabetes menyuarakan pentingnya gaya hidup sehat. Ia mengatakan, gaya hidup modern yang serba instan dan praktis membuat orang malas menjalankan pola hidup sehat yang pada akhirnya menjadi sumber berbagai penyakit.

“Kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan dan olahraga secara teratur bisa menjauhkan kita dari berbagai risiko kerugian. Saya sendiri tidak menderita diabetes tapi menjalankan diet dengan teratur. Selain sebagai tindakan preventif, juga untuk menjaga penampilan,” ujarnya.