Kak Seto Pantas Jadi Bapak Pendidikan; Sudah 44 Tahun Mengabdi

Kak Seto Pantas Jadi Bapak Pendidikan; Sudah 44 Tahun Mengabdi

Taman Cirendeu, Ciputat, Kabarindo- Tak terasa semenjak 4-4 1970.

Itu artinya semenjak Kak Seto dengan nama lengkap Seto Mulyadi diterima sebagai asisten bu Kasur sudah genap dihari ini, 44 tahun di tanggal 4-4 2014 dimana memang kak Seto dalam rumah tangganya ada 4 orang perempuan, isteri plus tiga anak perempuan dan memang angka 4 identik dengan kak Seto.

"Saya berterima kasih dan keharuan melanda di pagi hari tadi dengan hadirnya para pelajar dan anak-anak TK untuk memperingati bersama media dan semua pihak untuk memperingati 44 tahun saya mengabdi untuk dunia anak." seloroh Kak Seto yang tidak ada yang berubah dan semangat dan penampilan yang terlihat masih muda dengan senyumnya yang khas.

Siang tadi, selain 50-an siswa siswi SMP 17 Muhammadiyah Ciputat bersama guru-gurunya juga dihadiri oleh murid TK Bintang Pancasila, kawasan Lebak Bulus, Pasar Jumat.

Dari pantauan redaksi, Kak Seto membuka sesi Q n A yang bertanya secara pribadi tentang Kak Seto dimasa kecil dan apa arti angka 4 dalam hidupnya serta bagaimana menghadapi anak nakal dan dalam kesempatan tersebut dijadikan ajang berdongeng Kak Seto dengan murid TK kelas B.

Selain itu menarik, momen 44 tahun ini kak Seto merilis novel pertamanya berjudul Kakak Batik.

Redaksi sempat meminta pendapat dari Kepala Sekolah TK Bintang Pancasila Maemunah.

Ia mengatakan, atas pengabdian Kak Seto yang sudah berlangsung selama 44 tahun ini ayah dari 3 anak ini layak di akui sebagai bapak pendidikan. "Sebagai bapak pendidikan, istilahnya pengabdian beliau itu tanpa jasa, tanpa balas budi. Dari pertama sampai pengabdiannya yang ke 44 tahun, tapi sampai sekarang masih terus semangat. Umurnya dia aja berapa y.....?

Selain itu, menurutnya acara seperti ini juga bagus sebab untuk mengingatkan pengabdian seorang Kak Seto selama 44 tahun belakangan ini. Dan untuk mengenang juga dan agar kita jangan sampai lupa juga pengabdian dari sosok Kak Seto.

"Bagus juga sih untuk mengingatkan pengabdiannya karena Kak Seto juga kan seorang guru. Untuk mengenang jangan sampe kita lupa, apa lagi untuk seorang Kak Seto," ujae Maemunah.

Bagi Maemunah, sosok Kak Seto juga dianggap sebagai seseorang yang tidak sombong dan apa adanya. Untuk pendidikan anak juga bisa melihat pola-pola yang diberikan Kak Seto Bagus untuk mengingatkan orang tua untuk pendidikan anak dan guru juga bisa mencontoh sistem pendidikan yang diberikan Kak Seto.

"Kak seto kan dari anak kecil sampe orang dewasa dirangkul semua. Sama orang yang susah atau orang berada juga tetap dirangkul. Bagus menurut saya ya bisa jadi contoh untuk kita (pengajar)," lanjut Maemunah.

Kemudian ia juga berharap agar Kak seto selalu dalam keadaan sehat, sehingga terus dapat mengabdi sebagai bapak pendidakan untuk bangsa Indonesia. "Kita berharap mintanya agar orangnya sehat aja," pungkas Maemunah.

Ikut hadir Sekjen KPAI, Erlinda yang mengapresiasi eksistensi kiprah Kak Seto justeru dengan inisiatif dirinya bersama sang suami dan para penggiat Perlindungan Anak untuk mendirinkan Kak Seto Institute.

"Semangat Kak Seto harus terjaga terus apinya dan saatnya setiap kawula muda yang ingin menjadi aktivis atau relawan Perlindungan Anak dari level RT/RW sampai bangku kuliah dii lingkungan masing-masing harus mendapat pembekalan berkenaan dengan telah hadirnya UU Perlindungan Anak dan pentingnya banyak disiplin ilmu untuk anak Indonesia," papar Erlinda yang ikut mendukung keputusan majelis Hakim Semarang yang memberikan hukuman maksimum yaitu Seumur Hidup bagi pembunuh dua balita.


Bravo Kak Seto Sebagai Bapak Pendidikan Anak...........!