Kadishidros TNI AL; Lepas Keberangkatan KRI Rigel-933

Kadishidros TNI AL; Lepas Keberangkatan KRI Rigel-933

Tanjung Priok, Jakarta, Kabarindo- Meningkatkan kerjasama setiap negara dalam bidang survei diperlukan kemampuan sumber daya manusia yang handal dan berintegritas dari masing-masing negara.

Lebih untuk mempererat kerjasama Internasional antara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Jepang, hari ini, Laksamana Pertama TNI Daryanto, S.M  melakukan dan menggelar upacara pelepasan para prajurit TNI AL yang akan melaksanakan tugas berlayar dengan menggunakan KRI Rigel-933.

KRI Rigel-933 adalah kapal survei terbaru TNI AL dengan dukungan peralatan yang modern, dan kapal ini merupakan kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) yang dibuat di Perancis dengan didasarkan kontrak pengadaan kapal BHO yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dan kapal tersebut telah hadir di Indonesia beberapa waktu yang lalu, yang didatangkan langsung dari salah satu negara maju di dunia, Perancis.
Kapal KRI Rigel-933 ini,  dirakit khusus dengan memiliki sistem peralatan teknologi canggih yakni diantaranya dilengkapi dengan peralatan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter dan ROV (Remotely Operated Vihacle), SSS (Side Scan Sonar) yang berfungsi untuk mendapatkan gambaran daratan, dan juga dilengkapi AWS (Automatic Weather Station), Echosounder Multibeam laut dalam, serta dilengkapi dengan persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm.

Untuk mewujudkan kemampuan bangsa Indonesia di bidang survei kelautan dan pemetaan Hidro-Oseanografi, dan kemampuan kita dalam menggunakan wahana serta peralatan yang canggih tersebut, sangat dibutuhkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah perairan Asia Tenggara.


Dengan dilakukan kerjasama antar empat negara Asia Tenggara tersebut, Indonesia disamping terkenal dengan negara kepulauan, juga sebagai negara yang sangat diperhitungkan di Asia Tenggara dan di dunia. "Kerjasama ini memiliki nilai yang sangat strategis, dan ini akan kita tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan survei dan pemetaan Hidro-Oseanografi, ujar Kadishidros TNI AL, Laksamana Pertama TNI Daryanto, S.M, saat pemimpin dan memberikan sambutan dalam upacara pelepasan KRI Rigel-933 di dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Area One Fathom Bank (Selat Malaka), Karang Banteng dan Batu Berhanti (Selat Singapura) yang mana kegiatan ini meliputi pengumpulan dan pengolahan data Batimetri, Pencitraan Dasar Laut, Pengukuran Pasang Surut, Arus dan CTD.
Kadishidros berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja, melainkan terus dilakukan secara berkesinambungan, mengingat pentingnya keselamatan dan keamanan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura, jelasnya.

Dalam doorstop yang dilakukan oleh rekan-rekan media, beliau menjawab pertanyaan salah satu rekan media, bahwa keberangkatan KRI Rigel-933 ini bertepatan hari dengan hari Pahlawan Nasional, yang mana kegiatan ini, sebagai penghormatan kita terhadap jasa-jasa pahlawan, yang dulunya alat-alat canggih seperti ini belum ada, namun demikian kita adalah prajurit-prajurit yang meneruskan perjuangan para pahlawan untuk menjaga NKRI ini.

Semoga kerjasama ini dapat meningkatkan hubungan antar negara-negara Asia Tenggara yang terus maju dan dapat bermanfaat untuk kepentingan pertahanan serta pembangunan bangsa Indonesia, tutup Kadishidros.

Keberangkatan Kapal KRI Rigel-933 dikomandani oleh Letkol Laut (P) M.Wirda Prayogo, S.T dan berlayar bersama kurang lebih 40 prajurit TNI AL.