KUKPRI-MDGs; Rilis Buku Pencerah Nusantara - Kisah 7 Penjuru

KUKPRI-MDGs; Rilis Buku Pencerah Nusantara - Kisah 7 Penjuru

Jakarta, Kabarindo- Mendekati tenggat waktu MDGs pada 2015, hari ini Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (KUKPRI-MDGs) secara resmi menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta memberikan pandangan tentang keberlanjutan upaya pencapaian MDGs pada tahun terakhirnya, di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. Boediono, M. Ec. dan para pemangku kepentingan terkait lainnya, dalam sebuah public expose yang digelar di Museum Nasional.

Pada kesempatan ini, selain menyampaikan hasil kerja dan status pencapaian MDGs Indonesia saat ini, KUKPRI MDGs juga melepas tim Pencerah Nusantara angkatan ke-3 untuk memenuhi masa tugas 2014-2015 di 7 lokasi pengabdian (Karawang, Tosari, Ende, Berau, Ogotua, Mentawai dan Lindu); meluncurkan buku Pencerah Nusantara “Kisah 7 Penjuru”; memberi update tentang Peta Kemitraan – sebuah dokumentasi digital mengenai sebaran isu MDGs dan kemitraan berbagai program di seluruh Indonesia; melaporkan penyelenggaraan Indonesia MDGs Youth Forum; mengadakan bedah buku dan diskusi tentang kiprah Pencerah Nusantara sejak tahun 2012, serta pameran foto dari 7 lokasi Pencerah Nusantara.

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek Sp.M (K) mengatakan, “Selama periode kerja 2010 – 2014 KUKPRI MDGs tidak hanya melakukan fungsi koordinasi untuk memperkuat dan menopang upaya dari kementerian multi sektor maupun pemerintah daerah, namun juga menjadi katalisator bagi berbagai pemangku kepentingan dan aktif dalam merancang dan mengimplementasikan sejumlah program secara mandiri.”

Asisten Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs Diah S. Saminarsih menekankan, “Oleh sebab itu Public Expose ini diselenggarakan tidak semata hanya sebagai kegiatan memberikan laporan kepada publik, namun juga sebagai bentuk apresiasi KUKPRI MDGs kepada para mitra, pemangku kepentingan lintas sektor, maupun pihak-pihak lain yang selama ini turut mendukung pencapaian target pembangunan melalui program-program kami.”

KUKPRI MDGs berharap, meski tenggat waktu pencapaian MDGs tinggal tersisa satu tahun lagi, namun kerja keras, inovasi dan terobosan kreatif di berbagai aspek perlu terus dilakukan oleh semua pihak untuk dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia.

“KUKPRI MDGs telah menghimpun begitu banyak praktik cerdas pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, berbagai kelompok pemuda, organisasi non profit dan sektor swasta yang berkomitmen tinggi demi mencapai target pembangunan,” lanjut Prof. Nila, “KUKPRI MDGs juga berharap agar program-program positif yang dilahirkan dari kantor ini tidak berhenti berjalan, tetapi dapat dilanjutkan dalam pemerintahan berikutnya dan lebih jauh dalam kerangka Post 2015 Development Agenda.”

Berdasarkan kesepakatan bersama para pemimpin dunia, 8 Tujuan Pembangunan Milenium/ Millennium Development Goals (MDGs) dibentuk dan diimplementasikan antara periode 2000-2015 sebagai indikator penentu keberhasilan pembangunan bangsa dengan melihat pada peringkat Human Development Index.

Post 2015 Development Agenda, dirancang pasca era pembangunan berwawasan MDGs, merujuk pada proses perumusan kerangka pembangunan global di masa mendatang yang dipimpin oleh Persatuan Bangsa-Bangsa. Kerangka yang juga kerap disebut Sustainable Development Goals (SDGs) ini, tidak akan terpisah dari upaya melanjutkan pencapaian MDGs namun disempurnakan dengan sejumlah pendekatan yang dipandang perlu, dengan memperhatikan bahwa suatu bangsa adalah warga dunia yang harus berperan aktif meningkatkan capaian pembangunannya bagi kepentingan global yang lebih luas.