KPAI Bantu Anak Penderita Tumor; Hari Ini Di Operasi

KPAI Bantu Anak Penderita Tumor; Hari Ini Di Operasi

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Anda harus tahu bahwa ada fakta menyedihkan yang tengah dialami oleh keluarga Bapak Darlis, anaknya yang bernama Muhammad Ali menderita tumor radang pembuluh darah di pangkal hidung.

Bapak Darlis adalah keluarga yang kurang mampu yang hanya berpenghasilan sebagai petani di kampungnya, Padang Pariaman-Sumatera Barat. Darlis mengaku akan mengupayakan untuk kesembuhan anaknya tetapi apa daya keuangan menjadi kendala untuk melanjutkan operasi bagi anaknya-Ali.

Semula Ali dibawa oleh keluarga ke rumah sakit setempat di padang pariaman, namun setelah beberapa kali dibawa ke rumah sakit belum ada perubahan, maka pihak rumah sakit padang pariaman merujuk untuk dibawa ke RS M.Jamil Padang, pihak RS hanya bisa memberikan bantuan rawat jalan kepada Ali. Setelah melihat dan mengobservasi Ali berulang kali maka pihak RS M.Jamil Padang mengatakan kalau peralatan untuk penyakit yang diderita Ali tidak mencukupi, maka pihak RS.M Jamil Padang menyarankan agar keluarga membawa Ali ke Jakarta di rawat RSCM. Darlis yang berprofesi sebagai petani tidak memiliki kemampuan untuk berangkat ke Jakarta, maka para tetangga dan masyarakat setempat mencoba membantu dengan patung-patungan mengumpulkan dana untuk keberangkatan keluarga Darlis ke Jakarta.

Berdasarkan UU RI nomor 23 tahun 2002 pasal 44 “Pemerintah wajib menyediakan  dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan”.

Undang-undang ini telah jelas menerangkan bahwa anak memiliki hak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dr.Titik hariyati Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan Napza menambahkan bahwa : “Pemerintah daerah hendaknya memperhatikan secara serius dan berupaya mengoptimalkan undang-undang untuk diaplikasikan secara nyata, salah satu kasus Ali ini merupakan bagian dari tanggung jawab Pemda untuk membantu masyarakatnya.”

Pada tanggal 3 maret 2014, keluarga Darlis langsung membawa Ali untuk masuk RSCM, setelah dilakukan perawatan selama 2 hari maka pihak RSCM menyaranakan kepada keluarga Darlis untuk melakukan perawatan jalan, dan pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan pihak RSCM tersebut, kemudian keluarga Darlis membawa Ali untuk menginap di tempat saudaranya di daerah Kayu Manis-Matraman. namun dalam masa rawat jalan Ali sempat mengalami pendarahan parah di hidungnya, dan tanggal 28 Maret pihak keluarga membawa Ali kembali ke RSCM.

Setelah Pihak RSCM melakukan perawatan dan observasi, pihak RS mengatakan Ali sudah bisa dibawa pulang dan tempat penampungan pasien sudah penuh. Namun keluarga Darlis menolak untuk pulang karena khawatir Ali mengalami pendarahan lagi dan tidak punya biaya transportasi dari tempat tinggal saudaranya.

Mengetahui adanya kasus Ali ini, pada senin malam tanggal 31 Maret Ibu Titik dari KPAI segera meninjau ke RSCM dan menanyakan ke keluarga korban tentang perkembangan Ali. “Saya hanya ingin anak saya bisa dioperasi segera dan sehat kembali agar bisa mengikuti Ujian Nasional” ungkap Darwis sambil bersedih menjelaskan kalau anaknya sekarang sedang kelas 3 MTs dan mengalami sakit parah. Setelah itu Ibu Titik langsung menemui dokter piket untuk membicarakan kelanjutan kasus Ali; dokter piket menyanggupi untuk meneruskan kasus ini ke pihak menejeman RSCM agar diberikan solusi yang paling paling baik. Tanggal 02 April Ibu Titik mengkonfirmasi kembali ke dokter piket, lalu dari dokter piket menyarankan menghubungi dokter yang menangani  ahli THT, berdasarkan hasil pembicaraan maka hari ini sudah dilakukan embolisasi untuk Ali dan hari ini Jum’at tanggal 04 April akan dilakukan operasi.

Dokter Tht mengatakan operasi ini bisa dilakukan karena ada pasien yang batal operasi.

“Semoga operasi Ali berjalan dengan baik, dan masyarakat dapat membantu meringankan beban pasca operasi karena kondisi ekonomi keluarga Darlis dalam keadaan kekurangan dan hanya menumpang di tempat saudara di Jakarta ini.” papar Ibu Titik lugas.


Bravo KPAI...........!