KPAI 2014; Siap Tuntaskan Aduan Masyarakat Dengan Cepat

KPAI 2014; Siap Tuntaskan Aduan Masyarakat Dengan Cepat

Kantor KPAI, Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kabarindo- Terasa masih sejuk pagi tadi tapi para komisioner KPAI yang baru dibawah pimpinan Asrorun Niam Sholeh (agama dan budaya) telah hadir dan siap menerima pengaduan dari masyarakat perihal anak-anak Indonesia.

Redaksi mendapati fakta terbaru atas kasus yang menimpa puteri cantik asal Bogor yang sejak dua tahun lalu kasusnya menyangkut di kabupaten Bogor masih mengambang dan malah terkesan terlantar.

"Ponakan saya ini bernasib malang setelah mendapat perlakuan kasar, pelecehan seksual dan diperkosa sampai hamil tapi pelaku masih berkeliaran dan kebal hukum. Padahal kasusnya sudah dilaporkan sejak ponakan saya ini berusia 14 tahun," papar pelapor yang namanya ada di redaksi.

Ketuai KPAI bersama dengan DR. Budiharjo (Traficking) didampingi sekjen Erlinda (keluarga dan pengasuhan alternatif) serta Putu Elvina (Anak berhadapan dengan hukum) sangat serius dan langsung menerima laporan serta siap bertandang ke Bogor untuk mentuntaskan kasus tersebut.

"KPAI itu levelnya sama dengan KPK sehingga bisa memanggil pelaku, polisi serta kasus ini ditarik ke Jakarta walau TKP ada di Bogor, saya sendiri siap kesana mulai besok untuk bertemu korban dan bertemu dengan keluarga untuk mentuntaskan bersama kepolisian setempat dengan kawalan media massa," papar Budiharjo yang mengendus modus perdagangan manusia dalam kasus ini.

Ketua KPAI yang kerap disapa Niam memastikan para komisioner sigap dan serius terhadap laporan-laporan tersebut dan berharap media massa dapat mengawal sekaligus mendampingi para korban dan keluarganya sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

"Saya sangat terharu dan bangga dengan korban yang sekarang sudah duduk di kelas 1 SMU yang tetap mau bersekolah walau ada kenyataan pahit dikeluarkan oleh pihak sekolah tapi nanti kami akan dampingi dan surati sekolahnya agar mendapat dukungan serta bisa kembali bersekolah. KPAI juga menyiapkan psikiater untuk pasca trauma agar korban dapat kembali menyongsong masa depannya," papar Niam lugas.

Sementara itu pasca KPAI mendeklarasikan Gerakan Semesta Perlindungan Anak mengajak seluruh pihak dapat bersama-sama mentuntaskan kasus-kasus anak mulai dari pelecehan, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, memperkerjakan anak dibawah umur, trafficking sampai kasus penelantaran.

Kasus dari Bogor ini menjadi memicu KPAI menjadi lebih baik dan dalam beberapa pekan ke depan akan berproses terus walau saat ini dalam masa pemilu tetap koordinasi terjaga agar korban memperoleh pendampingan dan pengawasan dari LPSK -Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.


Ayo Dukung KPAI................!