K2SI Bersama Kabarindo; Gelar Lagi Diskusi Rabuan......!

K2SI Bersama Kabarindo; Gelar Lagi Diskusi Rabuan......!

PDS HB Jassin, TIM Cikini, Jakarta, Kabarindo- Setelah MengKRITISI Film Nasional; Sastra Jadi Inspirator berkenaan bulan Film Nasional lalu Diskusi Rabuan season 2 bertajuk BANGGA Film Nasional; Kemana Penonton KITA  yang di helat sederhana sebulan sekali
 
Beberapa waktu lalu Komunitas KritiKSinema Indonesia
kembali hadir dengan topik diskusi DKI Jakarta Is Movie Land For Tourism.

Sudah makin banyak produser lokal dan mancanegara yang menjadikan DKI Jakarta sebagai lokasi syuting mereka. Tentu saja akan berdampak positif bagi objek wisata kota dan kuliner Jakarta dan pendapatan pajak tapi untuk FILM NASIONAL sudah hampir 1 tahun POSTER FILM NASIONAL telah RAIB dari beberapa tempat seperti Djakarta Theater, Blok M Plaza, TIM Cikini, Mal M Bekasi dan dibanyak tempat lainnya. 

Diskusi tersebut dihadiri oleh para redaktur media film serta wartawan umum dan gaya hidup sebagai bagian eksposure pemberitaan serta perwakilan 9 asosiasi profesi pekerja film yang baru bernaung di Indonesian Motion Pictures Association- IMPAS, mulai dari sutradara, produser, editors film, DOP, penulis scenario dan lainnya dengan pembicara yang mewakili topik serta melibatkan para produser, sineas dan para pelajar Jadebek.

Ini adalah forum berisraturahmi dan Gelar Gagasan untuk ikut peduli dengan film yang bermutu dan lahirnya penonton yang cerdas dari kegiatan tersebut.

Tampak hadir yang mewakili Ka. Dinas Pariwisata Pemprov DKI Jakarta) dan Iwan Setiawandi (Ka Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI Jakarta), Lasja Fauzia Susatyo (Ketua Indonesian Film Directors Club- IFDC), Lala Timothy (Pengurus Asosiasi Produser Sinema Indonesia-APSI & Owner LifeLige Pictures), Lukman Sardi (Ketua Rumah Aktor Indonesia), Alex Sihar (Dewan Kesenian Jakarta Komite Film) dengan Host Arul Arista (Ketua Presidium Komunitas KritiKSinema Indonesia & Pemilik Portal Kabar BAIK Kabarindo.Com).

Menarik Lala berharap ikhtiar pemerintah dan semua pihak mengembalikan kegairahan penonton untuk kembali ke bioskop dan tentu saja keringanan pajak atas baliho atau billboard dari dinas pajak DKI.

Robert dari RenBang Pajak DKI menawarkan keringanan pajak untuk beberapa titik dan tentu saja tetap saja banyak hal yang bisa di negosiasikan agar Film Nasional terpromosikan dengan baik.

Ikut hadir para pelajar dari SMK Neg. 1, SMU Neg. 1 bersama dengan SMU Neg.4 bersama dengan mahasiswa IKJ dan UI serta Remaja Masjid Cut Mutiah Menteng, penulis novel, produser 308 yang bersiap menang ajang kompetisi ScreamFest LA Oktober mendatang, Dewi Rasjif yang pernah mencoba beriklan di bus serta billboard yang ada di kawasan Kemang serta Lala untuk Modus Anomali dan Pintu Terlarangnya dibantu pihak sponsor sangat penting mempromosikan film.

Sementara pihak K2SI akan memotori pemasangan poster-poster film mendidik dan bernuansa pendidikan karakter di mading-mading sekolah dan hal tersebut disambut baik oleh Neneng selaku guru pembina dari SMK Neg. I Budut beberapa waktu lalu.

Pembicara lainnya Lukman Sardi tetap merasa penting ruang publik untuk mempromosikan film dan tentu saja film nasional yang tayang awal/perdana tiap hari Kamis penting untuk diketahui khalayak ramai.


Ayo Kembalikan Poster Film Nasional..................!