Jumlah Transaksi Hari Ke-3 TEI 2013; Berpotensi Lampaui Target

Jumlah Transaksi Hari Ke-3 TEI 2013; Berpotensi Lampaui Target

Jakarta, Kabarindo- Sampai dengan hari ke-3 penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28, total transaksi sudah mencapai 66,5% dari target yang ditetapkan.

Transaksi pada hari ke-2 mencapai USD 1,2 miliar dan secara kumulatif dalam tiga hari penyelenggaraan TEI 2013 telah terjadi transaksi sebesar USD 1,33 miliar.

Hal itu dipapar oleh Ketua Pelaksana TEI 2013, Gusmardi Bustami. “Apabila diakumulasikan dengan sisa dua hari pelaksanaan pameran, kami sangat optimis tahun ini dapat mencapai total transaksi sesuai dengan target,” imbuhnya.

Menurut Gusmardi dari total nilai transaksi tersebut, produk-produk yang banyak diminati pembeli yaitu tekstil dan produk tekstil minyak atsiri, produk makanan dan minuman, permesinan, kopi, furnitur, kerajinan tangan, alas kaki, produk pertanian, perhiasan dan aksesori.

Adapun sektor investasi dan jasa tenaga kerja terampil di bidang pertambangan serta konstruksi juga mencatat transaksi yang cukup besar. Berdasarkan negara, jumlah pembeli terbanyak berasal dari Afrika Selatan (15,9%), Malaysia (9,8%), Arab Saudi (6%), Nigeria (5,47%), dan Papua Nugini (5,31%).

“Kemarin (19/11) telah  dilaksanakan penandatangan Principal Agreement antara PT. Permadani Interland dengan Dari K Co., Ltd Jepang senilai USD 1 juta,” jelas Gusmardi. PT. Permadani
Interland merupakan produsen madu alam segar dan teh organik. Sedangkan perusahaan Dari K Co.,Ltd Jepang merupakan produsen dan distributor consumer goods.

Dalam perjanjian tersebut PT. Permadani Interland memberikan kuasa kepada Dari K Co., Ltd untuk menjadi distributor
tunggal di Jepang dan melakukan joint venture dengan PT. Permadani Interland untuk mengoperasikan perusahaan serupa di Jepang.

“Kita belum berpuas diri dengan capaian ini. Pelaksanaan TEI yang akan datang diharapkan semakin sukses, baik dari segi penyelenggaraan, jumlah peserta, jumlah buyers, keberagaman
produk dan jasa yang berpartisipasi, serta perolehan nilai transaksi. Tentu saja diperlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun dunia usaha untuk mencapai target yang lebih besar,” ujar Gusmardi.

Sebagai sarana promosi dan perluasan jejaring bisnis internasional bagi perusahaan-perusahaan besar, TEI juga memberikan perhatian dan ruang bagi promosi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia yang berpotensi ekspor. Gusmardi menyampaikan bahwa selama ini UMKM sudah membuktikan kemampuannya sebagai jago kandang dan peranan mereka sebagai penyangga perekonomian Indonesia sudah diakui banyak pihak. Namun lanjutnya, tidak ada salahnya bagi UMKM yang mempunyai kemampuan menerobos pasar luar negeri untuk mendapatkan kesempatan melalui partisipasinya dalam TEI.

“Untuk meningkatkan jumlah pelaku ekspor baru yang mampu bersaing di pasar global, negara kita perlu didukung oleh setidaknya 2% pengusaha dan wirausaha agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga,” pungkas Gusmardi. Guna meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara nontradisional, kemarin Ketua Pelaksana TEI 2013 juga menerima delegasi dagang yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Aljazair, Ni’am Salim.

Pada kesempatan tersebut dibicarakan peningkatan kerja sama di bidang ekspor mengingat potensi perdagangan kedua Negara yang sangat besar namun belum dioptimalkan. Selain itu, latar belakang agama dan budaya yang hampir sama diharapkan dapat dimanfaatkan kedua belah pihak untuk meningkatkan kerja sama.