Jasa Marga Properti; Cari Lahan Di Jabodetabek

Jasa Marga Properti; Cari Lahan Di Jabodetabek

Jakarta, Kabarindo - Direktur Keuangan PT Jasa Marga (persero) Tbk Reynaldi Hermansjah mengatakan, hingga kini pihaknya belum memiliki lahan lahan yang menganggur (idle) sehingga belum bisa memenuhi permintaan Menneg BUMN untuk membangun sejumlah proyek properti.

Untuk membangun proyek properti, tambahnya, Jasa Marga justeru sedang mencari lahan-lahan yang dianggap cukup potensial dan strategis. Lahan yang diincar terutama di sekitar Jabodetabek.

"Ada beberapa pemilik tanah di sekitar Jabodetabek yang sedang dalam pembicaraan dengan kami. Rencananya kami fokus di segmen perkantoran karena aksesnya sangat dekat dengan tol yang kami miliki," ujarnya.

Saat ini, kata dia, anak perusahaan di bawah naungan Jasa Marga baru menyumbang 15% atau berkisar Rp 700 miliar hingga Rp800 miliar terhadap total pendapatan perseroan. Dengan kehadiran JMP, tambahnya, anak usaha diharapkan bisa memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

"Kami harapkan Jasa Marga Properti juga memberi sumbangsih kepada Jasa Marga," kata dia.

Direktur Pengembangan PT Jasa Marga (persero) Tbk, Abdul Hadi pernah mengatakan, proyek yang dikembangkan oleh Jasa Marga Properti tidak jauh dari induk usahanya selaku perusahaan jalan tol.

Dia mencontohkan, dalam satu ruas jalan tol milik Jasa Marga yang lalu-lintas harian rata-rata (LHR) nya rendah atau masih sangat rendah, maka bisa saja dibangun kawasan hunian sehingga dapat meningkatkan trafik lalu lintas jalan.

"Bisa juga kami bangun hotel, apartemen, dan lainnya, tapi itu semua masih belum final, masih dibahas," ujar nya seperti dilansir dari laman beritasatu.

Hadi mengatakan, kehadiran unit bisnis baru tersebut diharapkan bisa menopang pendapatan perusahaan kedepan.

"Kalau sudah berjalan, pada tahap awal sumbangan dari Jasa Marga Properti ini bisa 5% sampai 10% terhadap total pendapatan Jasa Marga,” kata dia.

Upaya BUMN mengantongi pendapatan dari luar bisnis utamanya, dalam hal ini dari properti, juga dilakukan oleh PT Angkasa Pura I. Perusahaan yang mengelola bandar udara itu menggarap sejumlah proyek properti kondominium hotel (kondotel) dan hotel melalui anak usaha, PT Angkasa Pura Properti.

Proyek-proyek tersebut berdekatan, bahkan di area bandara yang dikelola Angkasa Pura I. Selain untuk memanfaatkan lahan yang menganggur, jurus yang dikeluarkan Angkasa Pura I tersebut juga sebagai upaya meraih pemasukan sebagai pengganti pendapatan kenavigasian udara yang kini tidak lagi ditangani BUMN tersebut.