Jakarta Untuk Asian Paragames 2018; Siapkan 600 Bus

Jakarta Untuk Asian Paragames 2018; Siapkan 600 Bus

Jakarta, Kabarindo - Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan menyiapkan 500 hingga 600 bus untuk mendukung penyelenggaraan Asian Paragames Ketiga yang akan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2018.

"Jumlah 600 bus itu memang belum cukup untuk memfasilitasi sekitar seribu atlet dan ofisial yang menggunakan kursi roda, karena setiap bus hanya mampu menampung dua pengguna kursi roda," kata perwakilan Sekretariat Daerah DKI Jakarta Jafar Abdul Malik di sela-sela Rapat Koordinasi Panitia Asian Paragames ke-3 di Jakarta, Kamis.

Pemda DKI Jakarta, lanjut Jafar, akan mulai menyiapkan 150 bus pada anggaran 2017 sebagai tambahan dari total 600 bus untuk Asian Paragames 2018.

"Kami masih menunggu Instruksi Presiden tentang Asian Paragames. Inpres itu, pada tingkat pemerintah daerah, akan diturunkan menjadi surat keputusan Gubernur. Itu akan menjadi dasar pelaksanaan dan penganggaran kami," ucap Jafar.

Selain dukungan transportasi, Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga menyiapkan 300 sukarelawan yang akan melayani atlet dan ofisial disabilitas dalam Asian Paragames 2018.

"Kami memang sudah mempunyai sukarelawan yang melayani penyandang disabilitas di bawah dinas sosial. Tapi, kami akan menambah 300 sukarelawan yang akan mendapatkan pelatihan, termasuk bahasa isyarat," tutur Jafar.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Paragames (INAPGOC) 2018 Raja Sapta Oktohari mengatakan sosialisasi pesta olahraga disabilitas tertinggi di Asia itu akan mulai berjalan pada pekan kedua Mei.

"Kami akan mulai dengan peluncuran situs resmi dalam jaringan (online) pada pekan depan meskipun kami belum menerima anggaran untuk INAPGOC," ujarnya.

Oktohari juga telah meminta kepada Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 agar kampanye Asian Games dan Asian Paragames dapat berjalan bersama menyusul jeda waktu penyelenggaraan yang hanya satu bulan.

"Kami akan menggelar 17 cabang olahraga yang mempertandingkan 546 nomor. Cabang lawn ball akan dihapus dan diganti dengan paracycling sesuai dengan permintaan Komite Paralimpiade Indonesia," kata Oktohari seperti dilansir dari laman antaranews.