Jakarta Fashion Week 2014; Di Mulai Hari Ini

Jakarta Fashion Week 2014; Di Mulai Hari Ini

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) kembali mendukung Jakarta Fashion Week (JFW) 2014 yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2013, di Senayan City, Jakarta.

"Perhelatan ini menjadi bagian penting untuk mengantarkan industri fesyen Indonesia untuk menguasai pasar dalam negeri dan memasuki pasar internasional," jelas Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi pada pembukaan JFW 2014, hari ini (19/10).

Penyelenggaraan JFW 2014, lanjut Wamendag, juga bertujuan untuk meningkatkan peranan industri fesyen yang bernilai tambah dalam membangun perekonomian bangsa.

JFW 2014 yang mengangkat tema “Bringing Indonesia to The World” diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan fesyen, antara lain menjadi media untuk melakukan pembinaan bagi pelaku fesyen dalam  mengembangkan produknya, menjadi media penyampaian informasi seputar industri fesyen, termasuk dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan tren mode, menjadi media jejaring bisnis antar komunitas fesyen Indonesia sehingga dapat saling bekerja sama untuk mengembangkan usahanya, serta menjadi media promosi efektif untuk menampilkan karya terbaik dari desainer Indonesia sehingga dapat dikenal lebih luas lagi baik di dalam maupun luar negeri.

Disampaikan oleh Wamendag, "Fesyen Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan dan menjadi pusat mode di kawasan regional, serta memainkan peranan penting di tingkat global." Hal tersebut, lanjut Wamendag, didukung oleh kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi yang tak terbatas bagi pelaku fesyen Indonesia untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasinya.
Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 237 juta jiwa telah menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial bagi pemasaran produk fesyen.

Hal ini juga ditunjang daya beli masyarakat yang terus membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS)
tercatat pendapatan per kapita pada tahun 2012 mencapai USD 3.562,6, atau meningkat 9,54% dibandingkan tahun 2011 yang mencapai USD 3.498,2.

Selain itu, peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi salah
satu faktor meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap fesyen. Masyarakat kelas menengah sudah mulai menjadikan fesyen berkualitas dan bermerek tertentu sebagai kebutuhan.

Upaya lain yang dilakukan Kemendag dalam mendukung industri fesyen Indonesia yaitu menentukan strategi pemasaran efektif untuk dapat memenuhi permintaan dan menciptakan pasar baru terutama melalui pemanfaatan distribusi ritel internasional.

"Para desainer Indonesia diharapkan tidak lagi hanya mampu menciptakan koleksi desain yang unik dan berkualitas tinggi, namun dari sisi pemasaran, produk fesyen Indonesia akan mampu menyerap kebutuhan pasar lebih besar lagi," jelas Wamendag.

JFW 2014 merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi Kementerian Perdagangan, Femina Group, dan banyak pihak lain yang saling mendukung dan bersinergi menjadikan JFW sebagai
salah satu fashion week terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Wamendag bahkan mengungkapkan bahwa JFW merupakan salah satu barometer pelaku industri fesyen untuk dapat menentukan arahan desain, gaya, dan tren mode terkini.

Salah satu kontribusi Kemendag dalam JFW 2014 adalah dengan menyelenggarakan Buyer's Room pada 17-19 Oktober 2013, di Senayan City, Jakarta bekerja sama dengan Femina Group.

Penyelenggaraan JFW 2014 yang merupakan concurrent event dari Trade Expo Indonesia (TEI) 2013 yang berlangsung pada 16-20 Oktober 2013 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, diharapkan dapat mendorong kunjungan buyers.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor produk fesyen hingga bulan Juli 2013 telah mencapai USD 7,22 miliar, atau meningkat 6,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2008-2012) ekspor produk fesyen terus mengalami tren pertumbuhan sebesar 10,58%. Sementara itu, bila dibandingkan pada tahun 2008, nilai ekspor tahun 2012 nilai ekspor produk fesyen Indonesia meningkat sebesar 36%. Adapun 10 besar negara tujuan ekspor yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Belgia, Korea Selatan, Belanda, China, Italia, dan Uni Emirat Arab.