Investor Asing Sambut Era Presiden Ke-7; Makin Percaya Indonesia

Investor Asing Sambut Era Presiden Ke-7; Makin Percaya Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung.

Ia mengatakan para investor asing masih percaya kepada Indonesia, meskipun suhu politik sempat memanas akibat adanya penyelenggaraan Pemilu.

"Kepercayaan dunia usaha internasional untuk FDI (investasi asing langsung) terhadap Indonesia masih tetap tinggi, masih tetap baik, walaupun di tengah kondisi politik seperti ini," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Chairul memberikan apresiasi atas positifnya data pertumbuhan investasi yang baru dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal, karena situasi politik sempat berjalan di luar perkiraan dan menimbulkan ketidakpastian.

"Bayangkan kalau seandainya situasi politiknya kondusif, pasti pertumbuhannya jauh lebih tinggi lagi," kata mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini.

Untuk itu, ia mengharapkan pemerintahan baru bisa mempertahankan angka pertumbuhan investasi, bahkan meningkatkan angka tersebut melalui beberapa pembenahan, salah satunya dengan mendorong perbaikan iklim investasi.

"Tugas kita mendukung pemerintahan yang baru agar dalam menjalankan tugasnya, bisa membuat bangsa ini lebih maju dan lebih menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," kata Chairul.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar mengaku optimistis bisa menjaga pertumbuhan investasi 2014 sesuai target 15 persen, menyusul realisasi pada triwulan ketiga yang mencapai 16,8 persen.

"Saya optimistis angka ini bisa dijaga hingga akhir 2014. Setidaknya sasaran 15 persen bisa tercapai," kata Mahendra dalam paparan realisasi investasi.

Secara kumulatif, BKPM mencatat realisasi investasi pada Januari-September 2014 mencapai Rp342,7 triliun, tumbuh 16,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp228,3 triliun dengan pertumbuhan 14,6 persen.

Melihat pencapaian gemilang tersebut, Mahendra bahkan yakin tahun depan target pertumbuhan investasi minimal bisa menembus angka perkiraan pada kisaran 15 persen hingga 18 persen.

Kendati demikian, ia mengingatkan ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan guna menjaga pencapaian target realisasi investasi seperti perbaikan iklim investasi, kemudahan mendirikan usaha hingga peningkatan kualitas pelayanan investasi seperti dilansir dari laman antaranews.