Investor Asia Incar Apartemen di Sydney; Sebagai Investasi

Investor Asia Incar Apartemen di Sydney; Sebagai Investasi

Surabaya, Kabarindo – Australia diperkirakan tetap menjadi primadona tujuan investasi properti apartemen. Investor Asia, termasuk dari Indonesia,  lebih mengincar apartemen daripada rumah tapak di Negeri Kanguru ini.
 
Julian Sedgwick, Global Head Sales & Marketing Crown Group, perusahaan properti di Australia, mengatakan membeli apartemen di Sydney memberikan banyak keuntungan.
 
“Ada beberapa alasan mengapa banyak orang memilih apartemen dibandingkan dengan rumah tapak. Orang mencari hunian untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan tujuan. Ini berarti menetapkan rencana rinci untuk melihat keuntungan yang dapat dihasilkan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Senin (20/2/2017).
 
Sedgwick  memaparkan, nilai perumahan dan apartemen di Sydney meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun apartemen lebih terjangkau tanpa mengorbankan gaya hidup modern dan berkualitas.
 
Keuntungan yang diperoleh dalam trade off untuk apartemen sering kali dikatakan tidak akan setinggi jika membeli rumah. Namun menurut CoreLogic RP Data, belum tentu demikian, setidaknya di Sydney.  Hingga 31 Juli 2016, harga unit apartemen naik 9,41% yang menunjukkan pertumbuhannya lebih baik daripada rumah tapak.
 
Sedgwick mengatakan, investor melihat keuntungan yang akan dihasilkan dari minggu ke minggu. Data CoreLogic RP Data pada April 2016 menyebutkan biaya sewa unit apartemen rata-rata di Sydney sebesar 4%, sedangkan untuk rumah tapak hanya 3,1%. Ini menunjukkan apartemen adalah produk yang tepat untuk dibeli sebagai investasi.
 
“Jika anda ingin menanamkan investasi di pasar properti Sydney, keuntungan yang diberikan oleh apartemen sangat jelas. Jadi investasi properti di Sydney merupakan pilihan terbaik bagi investor luar negeri, khususnya Asia, termasuk dari Indonesia,” ujar Sedgwick.
 
SQM Research, salah satu analis properti di Australia, memprediksi kenaikan harga properti di Sydney dan Melbourne pada 2017 sebesar dua digit. Lembaga ini memprediksi pertumbuhan harga properti pada 2017 berkisar 11%-16% di Sydney dan 10%-15% di Melbourne. SQM juga memprediksi biaya sewa di Sydney akan tumbuh 4% dan di Melbourne sebesar 3% pada 2017.




 

 




irakan tetap menjadi primadona tujuan investasi properti apartemen. Investor Asia, termasuk dari Indonesia,  lebih mengincar apartemen daripada rumah tapak di Negeri Kanguru ini.
 
Julian Sedgwick, Global Head Sales & Marketing Crown Group, perusahaan properti di Australia, mengatakan membeli apartemen di Sydney memberikan banyak keuntungan.
 
“Ada beberapa alasan mengapa banyak orang memilih apartemen dibandingkan dengan rumah tapak. Orang mencari hunian untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan tujuan. Ini berarti menetapkan rencana rinci untuk melihat keuntungan yang dapat dihasilkan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Senin (20/2/2017).
 
Sedgwick  memaparkan, nilai perumahan dan apartemen di Sydney meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun apartemen lebih terjangkau tanpa mengorbankan gaya hidup modern dan berkualitas.
 
Keuntungan yang diperoleh dalam trade off untuk apartemen sering kali dikatakan tidak akan setinggi jika membeli rumah. Namun menurut CoreLogic RP Data, belum tentu demikian, setidaknya di Sydney.  Hingga 31 Juli 2016, harga unit apartemen naik 9,41% yang menunjukkan pertumbuhannya lebih baik daripada rumah tapak.
 
Sedgwick mengatakan, investor melihat keuntungan yang akan dihasilkan dari minggu ke minggu. Data CoreLogic RP Data pada April 2016 menyebutkan biaya sewa unit apartemen rata-rata di Sydney sebesar 4%, sedangkan untuk rumah tapak hanya 3,1%. Ini menunjukkan apartemen adalah produk yang tepat untuk dibeli sebagai investasi.
 
“Jika anda ingin menanamkan investasi di pasar properti Sydney, keuntungan yang diberikan oleh apartemen sangat jelas. Jadi investasi properti di Sydney merupakan pilihan terbaik bagi investor luar negeri, khususnya Asia, termasuk dari Indonesia,” ujar Sedgwick.
 
SQM Research, salah satu analis properti di Australia, memprediksi kenaikan harga properti di Sydney dan Melbourne pada 2017 sebesar dua digit. Lembaga ini memprediksi pertumbuhan harga properti pada 2017 berkisar 11%-16% di Sydney dan 10%-15% di Melbourne. SQM juga memprediksi biaya sewa di Sydney akan tumbuh 4% dan di Melbourne sebesar 3% pada 2017.