Infinity By Crown Group; Siap Dibangun

Infinity By Crown Group; Siap Dibangun

Surabaya, Kabarindo- Crown Group Holdings, perusahaan pengembang Indonesia yang berbasis di Sydney, Australia, mengumumkan brand resmi dari proyek terbarunya Infinity by Crown Group senilai Rp. 5,75 triliun yang terletak di kawasan Green Square.
 
CEO Crown Group Holding kelahiran Surabaya, Iwan Sunito, mengatakan Infinity by Crown Group adalah representasi dari desain state-of-the-art yang menembus batasan arsitektur selama ini. Desain konsepnya menggambarkan semangat Crown Group akan inovasi yang berkelanjutan.
 
Infinity by Crown Group merupakan hunian vertikal modern yang menciptakan standar baru desain arsitektur dunia, yang menggabungkan unsur alam dengan teknologi terkini, transportasi, hiburan dan fasilitas umum.
 
Desain Infinity by Crown Group berhasil meraih salah satu penghargaan bergengsi untuk desain industri 2014 Urban Development Institute of Australia (UDIA) NSW Best Concept Design. Ini merupakan sebuah pencapaian tertinggi dari sisi arsitektur.
 
“Saya persembahkan Infinity by Crown Group untuk tanah kelahiran saya, Indonesia. Pembangunan hunian mewah ini akan selesai pada 2019,” ujar Iwan pada Sabtu (1/8/2015).
 
Proyek tersebut dirancang oleh Koichi Takada Architects berupa apartemen mewah dengan 401 unit. Terletak di kawasan Green Square yang dirancang sebagai kota pintar (smart city) dengan konsep kota masa depan.
 
Iwan mengatakan, smart city adalah konsep kota masa depan dalam menjawab meningkatnya urbanisasi yang membuat lebih banyak orang akan tinggal di daerah perkotaan. Infinity by Crown Group merupakan konsep hunian yang terintegrasi dengan semua hal yang diperlukan bagi penghuninya untuk hidup, bekerja dan menikmati hidup.
 
Ia merujuk laporan dari Divisi Populasi Departemen PBB Urusan Ekonomi dan Sosial dalam Laporan Revisi Prospek Urbanisasi Dunia 2014. Diperkirakan orang yang akan tinggal di perkotaan meningkat 2,5 miliar pada 2050. Saat ini, 54% populasi dunia tinggal di perkotaan dan akan meningkat menjadi 66% pada 2050.