Indosat Tanggapi Serius; Penyalahgunaan SIM Card

Indosat Tanggapi Serius; Penyalahgunaan SIM Card

Surabaya, Kabarindo- PT Indosat Tbk. akan bekerja sama dengan operator lainnya dan BRTI dalam membatasi peredaran Kartu SIM prabayar di pengecer, menyusul ditangkapnya kelompok yang melakukan penipuan via telepon bergerak oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
 
"Kami segera berkoordinasi dengan pihak Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk tindak lanjut ke-enam ratus nomor yang digunakan oleh sindikat penipuan melalui telepon genggam," ujar Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat, dalam rilis yang diterima pada Selasa (6/1/2015).
 
Dia menegaskan hal itu terkait penangkapan sindikat penipuan SMS di kawasan Cimanggis, Depok. Kelompok ini menggunakan kartu GSM Indosat untuk melancarkan aksi penipuan. Prasanto mengatakan, siapapun termasuk sindikat penipuan tersebut bisa membeli nomor SIM card di pasaran bebas.
 
"SIM Card bisa dibeli di kaki lima, pinggiran jalan maupun di gerai-gerai yang jumlahnya sangat banyak," ujarnya.
 
Prasanto menambahkan, pemerintah, BRTI dan operator telekomunikasi sejak Mei 2014 terus melakukan sosialisasi pembahasan peredaran Kartu SIM prabayar di pengecer dan kewajiban registrasi di gerai yang diberi otoritas oleh operator.
 
“Registrasi tidak bisa lagi dilakukan oleh pembeli, melainkan oleh penjual berdasarkan kartu identitas pembeli. Kami akan terus berkoordinasi dalam pelaksanaannya untuk mencegah berbagai modus kejahatan menggunakan kartu SIM prabayar,” ujarnya.