Indonesia-Sri Lanka; Bahas Potensi Peningkatan Perdagangan

Indonesia-Sri Lanka; Bahas Potensi Peningkatan Perdagangan

Bali, Kabarindo– Indonesia dan Sri Lanka mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM-WTO) ke-9, di Nusa Dua, Bali, kemarin (3/12).

Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurti, bertemu dengan Menteri Industri dan Perdagangan Sri Lanka, Rishad Bathiudeen, membahas upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Sri Lanka yang dapat menguntungkan kedua negara.

“Saat ini Indonesia sedang menjajaki investasi di bidang perhotelan dan travel di Sri Lanka,” ujar Wamendag. Perusahaan Indonesia yang telah melakukan investasi ke Sri Lanka antara lain PT. Kalbe Farma dan PT. Dexa Medica (obat-obatan), PT Jembo Cable (kabel listrik), Indorama Group (bahan baku tekstil), PT Agro Indomas (pengolahan kelapa sawit), dan PT Usaha Tani Lestari (produk-produk kelapa).

Di bidang pertanian, Sri Lanka dikenal sebagai negara pengekspor teh terbesar kedua di dunia. Selain itu, negara ini juga dikenal sebagai negara pengekspor gandum, karet, kelapa dan serat. Produksi karetnya mencapai 36% produksi karet dunia.

Secara khusus, Sri Lanka menyampaikan kekhawatirannya terkait akses pasar gandum ke Indonesia. Sebanyak 80% ekspor gandum Sri Lanka ke dunia ditujukan ke Indonesia. Namun demikian saat ini akses pasar gandum Sri Lanka ke Indonesia mengalami hambatan dimana Indonesia menerapkan tindakan pengamanan (safeguard) terhadap gandum Sri Lanka.
“Proses penerapan safeguard sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun kami tetap terbuka untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut pada level teknis”, tegas Wamendag.

Pada akhir pertemuan, Wamendag Bayu Krisnamurti meminta dukungan Pemerintah Sri Lanka untuk mendukung tercapainya kesepakatan pembahasan Paket Bali dalam Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-9.