Indonesia Siap Jadi Produsen Produk Rotan Utama Dunia; Awesome.....!

Indonesia Siap Jadi Produsen Produk Rotan Utama Dunia; Awesome.....!

Jakarta, Kabarindo- Kami sangat mendorong proses penambahan nilai bahan baku rotan dilakukan di dalam negeri agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang
lebih besar.

Hal itu dipapar oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan di sela-sela kunjungannya ke industri rotan di Katingan, Kalimantan Tengah, hari ini, Selasa (29/5).

Mendag, yang berkunjung bersama Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat, menjelaskan bahwa proses penambahan nilai (hilirisasi) jelas akan menguntungkan Indonesia, terutama dari sisi peningkatan daya saing produk dalam negeri, menambah lapangan tenaga kerja, hingga menaikkan nilai ekspor nasional dan penerimaan devisa negara.

“Pada akhirnya, kebijakan rotan ini akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kebijakan penutupan ekspor bahan baku rotan ternyata telah memberikan hasil nyata yang positif bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Laporan Surveyor (LS), nilai ekspor produk rotan pada periode 1 Januari - 25 Mei 2012 ternyata telah mencapai USD 92,30 juta.

Nilai ekspor produk rotan yang cukup tinggi tersebut disumbang dari ekspor produk rotan furnitur senilai USD 69,72 juta dan anyaman senilai USD 22,59 juta.

Indonesia merupakan penghasil bahan baku rotan terbesar di dunia, yaitu sebesar 85%. Namun Mendag Gita Wirjawan menegaskan bahwa pemerintah menginginkan agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan baku terbesar, tetapi juga menjadi produsen produk jadi rotan utama dunia.

Berbagai upaya telah dan akan ditempuh pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut. “Pertama, kita harus memastikan bahwa bahan baku rotan tersedia bagi industri produk jadi rotan di dalam negeri. Kemudian, kita juga harus mendorong penyerapan bahan baku rotan secara optimal oleh industri-industri tersebut dengan cara membangun sentra-sentra industri pengolahan di wilayah
sekitar penghasil bahan baku rotan,” urai Mendag.

Mendag menambahkan bahwa desain produk rotan juga harus dikembangkan untuk
meningkatkan daya saing produk tersebut. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menjaga kelestarian lingkungan agar industri rotan nasional dapat berjalan secara berkesinambungan.

Pada saat berdialog dengan para pengusaha rotan di Katingan, Mendag menghimbau agar para pengusaha rotan tidak hanya mengandalkan pasar ekspor, melainkan juga harus memanfaatkan pasar domestik Indonesia yang sangat potensial. Dalam mendukung hal ini, pemerintah telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah, sekolah-sekolah dasar, dan perusahaan-perusahaan untuk menggunakan furnitur dari rotan.

Untuk membentuk harga yang baik bagi para petani rotan, pemerintah saat ini sedang menjajagi kemungkinan pengembangan sistem resi gudang bagi produk rotan di sekitar wilayah penghasil bahan baku rotan.