Indonesia Sambut; Film Ketika Bung Di Ende

Indonesia Sambut; Film Ketika Bung Di Ende

Menteng, Jakarta, Kabarindo- Dari preskon yang baru di gelar beberapa waktu lalu.

Kisah pengasingan Presiden RI Soekarno di Pulau Ende, Nusa Tenggara Timur, akan diangkat ke layar lebar melalui film berjudul “Ketika Bung di Ende.

Adalah staf pribadi Jusuf Kalla, Egy Massadiah, menjadi produser eksekutif film tersebut.

“Alhamdulillah semua sudah siap, kami segera syuting, lokasinya di Ende,” kata Egy Massadiah kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan ini seperti dilansir dari laman celebes..

Egy yang juga aktor pada Teater Mandiri asuhan Putu Wijaya, menceritakan secuil kisah dalam film itu. Menurut Egy, film Ketika Bung di Ende, berisi pergolakan batin Bung Karno di pulau itu selama empat tahun mulai 1934 hingga 1938. Pada masa itulah Bung Karno merumuskan jati diri bangsa Indonesia yang kelak dikenal bernama Pancasila di bawah pohon sukun di pinggir pantai Ende.

“Film ini berkisah tentang serpihan serpihan peristiwa dari sebuah fase penting dalam perjuangan Soekarno sebagai bapak pendiri Republik Indonesia. Empat tahun di pengasingan yang jauh dari habitat politiknya membuat membuat Soekarno mengalami keterasingan eksistensial paling parah dalam hidupnya,” kata Egy.

Bung Karno mendapat perlakuan layaknya seorang ekstrimis antikolonial yang sangat berbahaya. Ini sesuai dengan propaganda Belanda bahwa seorang ekstrimis akan diasingkan ke Abugaga, Ende. Bertindak sebagai Bung Karno, pemain sinetron Baim Wong sedangkan aktris Ria Irawan berlakon sebagai Bu Inggit Ganarsih.
Film yang disutradarai Viva Westy, ini mengambil lokasi syuting di Ende, Nusa Tenggara Timur. “Film ini, Meski hanya memotret perjalanan hidup Bung Karno dalam kurun empat tahun, namun kisah tokoh besar ini akan menularkan semangat dan  inspirasi bagi generasi saat ini,” kata Egy Massadiah yang juga staf pribadi Jusuf Kalla.