Indonesia Sambut BigTV; Siap Jadi Tiga Besar

Indonesia Sambut BigTV; Siap Jadi Tiga Besar

Jakarta, Kabarindo- Meskipun tergolong sebagai pemain baru, pihak televisi satelit berbayar BigTV mengaku tak gentar menghadapi persaingan di pasar.

Baru mulai tayang sejak September 2013 ini, BigTV menargetkan bisa langsung masuk ke jajaran tiga besar pada akhir tahun depan.

"Sampai akhir tahun depan, target kami 750.000 pelanggan. Strateginya? Biar kualitas yang berbicara. Kalau bagus, orang akan ngomong, cerita-cerita. Saat ini kami fokus saja ke pelayanan bagus, pemasangan cepat," jelas Acting Chief Operating Officer (COO) BigTV, Henry Riady, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/11) kemarin.

Dikatakan Henry, dirinya paham bahwa dalam bersaing dengan TV berbayar lain, akan ada banyak tantangan. Apalagi dengan yang sudah lama berada di pasar dan memiliki kesadaran merek tinggi di konsumen. Namun ia yakin, secara perlahan nama BigTV akan tertancap kuat di masyarakat, sama seperti yang sudah sukses dilakukan First Media.

Untuk menggenjot pertumbuhan pelanggan, menurut Henry pula, BigTV merancang sistem prabayar. Voucher dengan nominal tertentu nantinya akan ditawarkan ke pelanggan. Cara pemakaian voucher ini mirip seperti saat mengisi pulsa ponsel.

Harga yang ditawarkan BigTV mulai dari Rp8.000 per minggu. Hal ini, sesuai penjelasan Henry, dilakukan agar BigTV juga bisa dinikmati oleh pelanggan yang ingin membayar lebih murah, serta menginginkan tayangan tertentu saja, semisal menonton satu pertandingan sepakbola di akhir pekan.

Sistem prabayar ini juga dilakukan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di daerah. Dalam peluncuran BigTV pada 9 September silam, COO BigTV, Widijastoro Nugroho, membeberkan bahwa fokus pasar memang bukanlah di Jakarta, melainkan di daerah seperti Solo dan Semarang, karena pasar di Jakarta sudah sesak.

Lantas, cara lain yang dilakukan adalah memperbanyak saluran-saluran lokal dengan konten bermutu.

"Karena di Indonesia ini sudah campur-baur. Orang Sulawesi ada di Jawa, orang Sumatera ada di Kalimantan, orang Jawa ada di Bali. Terkadang mereka ingin nonton tayangan yang berbau daerahnya masing-masing. Nah, ini yang sedang kami usahakan, agar banyak TV lokal yang tayang di BigTV," jelas Henry.

Diungkapkan Henry pula, memasuki bulan ketiga di pasar, saat ini BigTV sudah mendistribusikan sebanyak 520.000 set top box (STB). Angka ini disebut melebihi target semula, yaitu 500.000 STB pada 30 November ini.

Namun soal berapa jumlah pelanggan BigTV terkini, Henry belum mau menyebutkan angkanya seperti dilansir dari laman beritasatu.