Indonesia Raih Peringkat Delapan; Di Homeless World Cup

Indonesia Raih Peringkat Delapan; Di Homeless World Cup

Jakarta, Kabarindo- Tim Indonesia harus puas meraih posisi delapan Homeless World Cup 2013. Indonesia di pertandingan terakhir di Danau Malta, Poznan, Polandia, Minggu (18/8) malam harus menyerah dari Rumania.

Ujang Yakub dan kawan-kawan meski pada pertandingan terakhir itu mampu mengimbangi permainan lawan sebelum akhirnya menyerah lewat adu penalti 7-8. Pada waktu normal 2x7 menit kedudukan sama kuat 6-6.

Kendati kalah dari Rumania melalui adu penalti, pelatih Tim Homeless Indonesia Bonsu Hasibuan mengaku penanpilan anak asuhnya mulai meningkat dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

"Saya sulit menebak puncak penampilan pemain. Tapi permainan anak-anak dengan Rumania sudah mulai tenang. Penyelesaian akhir juga baik," kata Bonsu Hasibuan melalui surat elektronik seperti dilansir dari laman beritasatu.

Dengan menempati urutan delapan, target yang dibebankan sebenarnya sudah terpenuhi. Hanya saja pada pertandingan-pertandingan akhir masih ada pemain yang belum bisa bermain dengan maksimal meski kemampuannya ada.

"Masalah kita masih ada pemain yang belum bisa memotivasi dirinya. Dia tertekan terus. Seharusnya bisa mendukung pemain lain. Kuncinya di penalti, Nico gagal dalam mental," kata Bonsu Hasibuan.

Homeless World Cup 2013 merupakan ajang kejuaraaan street soccer yang dikhususkan untuk kaum marginal. Para pemain hanya diberikan kesempatan satu kali seumur hidup untuk mengikuti kejuaraan itu.

Pada kejuaraan tahun ini Indonesia diperkuat oleh delapan pemain yaitu Ujang Yakub, I Wayan Arya Renawa, Ahmad Faizin, Dimas Saputra Ramadhan, Mifta Sano Sudrajat, Riki Irawan, Nico Pernando, dan Sendi.

Perjuangan Sendi dan kawan-kawan untuk meraih posisi delapan ini tidaklah mudah. Pada penyisihan grup pertama, sudah harus berhadapan dengan tim kuat seperti Argentina, tapi Tim Homeless Indonesia sukses melangkah ke putaran dua.

Pada putaran kedua, perjuangan tim yang dipimpin manajer Kheisa Leonie harus berhadapan dengan tim kuat lainnya seperti Rusia. Lagi-lagi Indonesia yang di putaran dua masuk Grup D sukses melaju ke babak berikutnya dan bahkan sempat menghadapi juara bertahan, Chile.

Meski hanya di posisi delapan, menurut Bonsu, prestasi Tim Homeless Indonesia pantas untuk diapresiasi, terlebih Indonesia menjadi tim Asia yang cukup konsisten dalam menjalani pertandingan street soccer internasional itu.