Indonesia Punya Pasar Timah Sendiri; Diresmikan Oleh Gita Wirjawan

Indonesia Punya Pasar Timah Sendiri; Diresmikan Oleh Gita Wirjawan

Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Kabarindo- At last, Timah Indonesia punya pasar sendiri.

Anda pasti tahu bahwa Timah Indonesia berkisar di angka 800.000 Ton sebagai cadangan yang potensial memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan mancanegara.

Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan bersama dengan Rustam Effendi sebagai Gubernur Bangka Belitung yang memiliki 4 titik di daerahnya yang telah dieksplorasi sebagai tambang Timah. Selain itu juga hadir Bupatinya bersama dengan Direktur Bapepti Kemendag, Sutriono Edi dan tuan rumah ICDX atau Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia-BKDI, Megain Wijaya.

Mereka secara resmi menekan tombol pas pukul 14.30 WIB dimulainya pasar Timah Indonesia- Bursa Timah Indonesia dengan order 21510 atau sekitar 100 Ton yang terus berproses. Dari keterangan resmi pemerintah Babel, diakui dunia bahwa kualitas logam Timah mereka terbaik.

"Harga Timah Indonesia selalu diombang-ambingkan oleh para spekulan karena Indonesia tidak punya pasar sendiri sehingga 33.000US$ per ton bisa merosot 20.000US$ per ton sehingga harga Timah bisa fair dan ruang lingkup spekulasi makin mengecil," papar Rustam Effendi.

Anda harus tahu bahwa pelaku pasar Timah selama ini masih merujuk pada pasar di London Metal Exchange dan bursa Malaysia. Sementara itu dari sambutan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, pria ganteng dan humble memang pasca pencalonannya sebagai Capres dalam konvensi Demokrat terlihat sering senyum sangat berbangga dan menyambut antusias hadirnya Bursa Timah Indonesia menuju Ekonomi Berkeadilan.

"Bursa Timah Indonesia dimulai dengan 5 Lot sangat baik sekali sejak permendag 32 tahun 2012 dan efektif Juli serta di bursa 30 Agustus ini semoga mengedepankan kedaulatan bangsa. Kapasitas dengan suplai Timah Indonesia harus bisa menentukan pasar dan Bursa Timah Indonesia adalah langkah awal dengan cadangan Timah terbesar didunia dengan jumlah uangnya itu 200 Juta Dollar per bulan," papar Gita lugas.

Lanjutnya tentu saja ideal sekali apabila Indonesia yang memiliki pasokan Timah terbesar di dunia termasuk eksportir yang disegani sudah selayaknya dan tepat sekali punya pasar sendiri dengan hadirnya Bursa Timah Indonesia.

Indonesia sebagai negara besar sudah harus menjalankan Ekonomi Berkeadilan dan menurutnya Gita sudah mendesak agar ada study apakah prospek penguatan bursa kita sudah punya korelasi positif dengan skala tertentu sehingga peran Indonesia diperhitungkan sehingga kita dengan skala tersebut bisa berperan, jelas Gita lugas.

Sementara itu Megain memastikan Pasar Timah Batangan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri timah Indonesia yang dilakukan dengan menggunakan sistem lelang untuk menentukan harga penjual dan pembeli terbaik.

"Ada lima jenis kontrak yang diperdagangkan di BKDI antara lain TINPB300 yang artinya batas maksimal unsur pengotor timbale (PB) adalah 300 part per million (PPM). Kontrak lainnya adalah TINPB200, TIN PB100, TINPB50 dan TIN4NINE yang artinya kandungan timah batangan adalah 99,99&. Satuan per lot untuk pasar timah adalah 5 metric ton dengan pelabuhan penyerahan yang ditetapkan di Muntok, Pangkal Balam, Belitung dan Kundur," jelas Megain.

Anda tentu mau tahu, bukan ? Siapa saja perusahaan yang 'bermain' timah batangan yang saat ini dalam bursa berjangka tercatat 12 pelaku yaitu, PT. Timah, PT. Tambang Timah, PT. Refined Bangka Tin, PT. Mitra Stania Prima, PT. Inti Stania Prima, H, CO, Ltd (Korea), Daewoo International Corporation (Korea), Gold Matrix Resources (Singapura), Great Force Trading Hong Kong, Noble Resorces International Put Ltd (Singapura), Purple Products Ltd (India) dan Toyota Tsusho Corporation (Jepang).


Bravo Indonesia..................!