Indonesia Punya No Sleep Coffee; Karya Pulung Aldila

Indonesia Punya No Sleep Coffee; Karya Pulung Aldila

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Hampir setiap orang memiliki idola dan biasanya berpengaruh ke kehidupannya.

Sebagai pengusaha muda yang tengah membangun bisnis, Pulung Aldila, founder No Sleep Coffee, pun memiliki tokoh idola, yakni almarhum pengusaha Bob Sadino.

Pulung mengaku banyak belajar ilmu berusaha dari almarhum Bob Sadino. Dia menilai, Bob Sadino sebagai "God Father of Business in Indonesia", karena memulai usaha dari nol hingga akhirnya menuai kesuksesan.

Menurut dia, Bob Sadino yang semasa hidupnya menjadi pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick merupakan sosok pengusaha yang menjadi inspirasi dan banyak dikagumi para pengusaha muda, karena berhasil berbisnis justru setelah jatuh miskin.

Dia juga sangat menyukai kesederhanaan Bob. Meskipun sudah menjadi pengusaha sukses, kesehariannya sangat sederhana, tidak menonjolkan diri, dan tidak pamer. Bob Sadino bisa menunjukkan kepada Indonesia, bagaimana perjuangannya dari nol sampai menjadi pengusaha yang sukses (from zero to hero).

“Bob Sadino adalah idola saya, dan sosok beliau tidak akan pernah mati,” ujar Pulung di Jakarta, belum lama ini.

Terinspirasi dari pengusaha yang diidolakan, dia pun memberanikan diri untuk membuka usaha dari nol. Pulung mengembangkan usahanya di sektor minuman dengan menciptakan sebuah produk bernama No Sleep Coffee.

Dia berpendapat, pengusaha muda merupakan aset negara yang harus dijaga karena umumnya mempunyai ide dan kreativitas dalam membuat dan menciptakan sebuah gagasan dan peluang usaha baru. Jika sukses, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun akan terus meningkat.

Edukasi Kopi
Pada kesempatan tersebut, Pulung menyampaikan bahwa No Sleep Coffee merupakan produk yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan produk minuman kopi lainnya yang umumnya dijual di Indonesia. Hal yang membedakan adalah pada cara penyeduhan dan proses pembuatannya. Selama ini, masyarakat Indonesia sering menyeduh atau menyajikan kopi dengan air panas dan sudah menjadi kebiasaan. Sedangkan No Sleep Coffee disajikan dengan cara seduhan dingin, atau yang dikenal dengan istilah cold brew.

Dia menjelaskan, penyeduhan kopi dengan suhu dingin bisa menurunkan kadar asam kopi, sehingga lebih aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan sakit pada perut atau lambung. Teknik penyeduhan dingin dipelajarinya selama setahun di luar negeri.

“Selama ini, masyarakat Indonesia sudah sangat familier dengan kopi bubuk dalam kemasan sachet dan menyajikannya dengan air panas. Tetapi, No Sleep Coffee hadir dengan inovasi baru dan penyajian baru yang lebih fresh,” ujarnya.

Pulung mengatakan produknya bukanlah kopi bubuk, melainkan kopi siap minum (ready to drink) yang diseduh dingin. Produk ini dijual dalam kemasan botol yang elegan. Terdapat dua varian dari No Sleep Coffee, yaitu ice long black (kopi hitam) dan ice coffee latte (kopi dengan campuran susu).

Proses pembuatannya juga berbeda karena sudah memakai formula baru. Bahan baku berupa biji kopi diolah dengan sebaik mungkin dan mesin yang digunakan untuk mengolahnya juga mesin lokal berkualitas tinggi.

Dukungan Kawan
Dalam menjalankan bisnisnya, Pulung dibantu oleh teman-temannya yang loyal dan mempunyai jiwa kewirausahaan yang hebat, yakni Ardianto Putra, Win Hasnawy, dan Riska llmli Imran.

“Saya sangat senang menjalankan bisnis ini karena dibantu oleh teman-teman yang hebat dan berpengalaman di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

No Sleep Coffee diakuinya merupakan bisnis yang menyenangkan karena menjalankan proses industri dari hulu ke hilir. Produk hulu karena biji kopi yang dipakai asli Indonesia dan berasal dari Gayo, Aceh Tengah, kemudian, diolah menjadi produk hilirnya, yakni kopi siap minum.

Dia mulai menjalankan bisnisnya itu sejak 2014. Ia optimistis, usahanya akan terus berkembang karena meminum kopi adalah bagian dari kehidupan dan tradisi masyarakat Indonesia secara turun-temurun yangn masih terus berlangsung hingga sekarang.

Nama No Sleep Coffee terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang memanfaatkan kopi sebagai "obat" agar seseorang tidak cepat tidur dan memberi semangat baru. Melalui produk tersebut, ia ingin memberikan edukasi kepada konsumen Indonesia bahwa kopi Indonesia berkualitas tinggi. Bahkan, kopi Indonesia lebih baik daripada yang diimpor.

Kelebihan lain dari produknya adalah tidak memakai bahan pengawet, seperti kopi lainnya. Pemakaian gula juga dikurangi agar rasa asli kopi lebih terasa.

“Saya ingin memberikan edukasi kepada konsumen bahwa kopi Indonesia adalah yang terbaik di dunia,” tambahnya seperti dilansir dari laman beritasatu.