Indonesia Punya Kelenteng Sun Te Kong; Sudah Berusia 300 Tahun

Indonesia Punya Kelenteng Sun Te Kong; Sudah Berusia 300 Tahun

Tanjungpinang, Kepri, Kabarindo- Kelenteng Sun Te Kong di dekat pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Kepri (Kepri) genap berusia 300 tahun.

"Keberadaan kelenteng ini sebagai penanda bahwa hubungan antara warga etnis Tionghoa dengan Melayu terjalin dengan baik sejak 300 tahun yang lalu," kata tokoh etnis Tionghoa Rudy Chua, yang juga anggota DPRD Kepri di Senggarang, Selasa.

Dia mengatakan sampai sekarang hubungan antara etnis Tionghoa dengan etnis Melayu maupun etnis lainnya berjalan dengan baik. Interaksi positif yang terjalin melahirkan Kepri yang damai.

Kelenteng Sun Te Kong merupakan tempat berkumpulnya warga Tionghoa sebelum menyebar ke seluruh Kepri, Medan, Pekanbaru, Batam dan Jakarta. Sejarah inilah yang membuktikan bahwa orang Tionghoa yang telah 300 tahun datang ke Tanjungpinang dan berbaur dengan warga setempat.

"Terlihat dari bangunan Kelenteng Senggarang yang masih berdiri di tengah-tengah perkampungan Melayu ini," katanya.

Gubernur Kepri H Muhammad Sani tadi malam menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-300 Kelenteng Sun Te Kong.

Pada acara itu, terlihat kedekatan antara Gubernur Kepri HM Sani dengan warga Tionghoa di Tanjungpinang.

Sani merasa memiliki hubungan yang baik dengan warga Tionghoa.

"Dari kecil saya sudah bermain bersama Hengky Suryawan, salah satu tokoh Tionghoa yang ada di Tanjungpinang," ujar Sani.

Kedekatan itu juga menyebabkan Sani terpilih sebagai Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 2010. Sani mengaku mendapat dukungan dari warga etnis Tionghoa.

"Saat Imlek, saya selalu berkunjung dan bersilaturahim dengan warga Tionghoa. Saya dapat angpao. Begitu juga ketika Hari Raya Idul Fitri, mereka juga sebaliknya bersilaturahim ke rumah saya dan saya juga yang terima angpao," ungkap Sani sembari tertawa.

Sani mengharapkan kepada warga Tionghoa yang hadir agar kedekatan dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap dijaga dan dipertahankan. Ia juga meminta agar warga Tionghoa dapat memberikan kritik, masukan serta saran untuk pembangunan Kepri agar wilayah itu ebih maju.

Pada kesempatan ini, Sani juga menyumbangkan uang sebesar Rp60 juta untuk Kelenteng Sun Te Kong.

"Kelenteng ini harus dirawat, dijaga," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.