Indonesia Punya Halodoc 2.0; Tawarkan Akses Layanan Kesehatan Digital yang Lengkap

Indonesia Punya Halodoc 2.0; Tawarkan Akses Layanan Kesehatan Digital yang Lengkap

Jakarta, Kabarindo- Halodoc – pusat layanan kesehatan digital.

Pekan ini, meluncurkan aplikasi Halodoc versi terbaru yang mengintegrasikan layanan contact doctor (diskusi dengan dokter) dan pharmacy delivery (pesan-antar kebutuhan medis). Dengan integrasi layanan ini, kini pengguna bisa menemukan solusi kesehatan digital yang mudah, nyaman dan terpercaya melalui satu aplikasi saja.

Jonathan Sudharta, CEO dan Founder Halodoc dalam media gathering hari ini, mengatakan, “Tujuan kami di Halodoc adalah menyederhanakan akses kesehatan. Supaya siapapun, di manapun mereka berada bisa dengan mudah berhubungan dengan dokter atau membeli kebutuhan medis lewat smartphone. Masyarakat tidak perlu bingung lagi saat ingin mendapatkan pertolongan pertama atau berdiskusi mengenai kondisi kesehatannya. Masyarakat juga bisa dengan mudah membeli kebutuhan medis di berbagai apotek terpercaya yang ada di jaringan Halodoc, tanpa perlu keluar rumah atau kantor.”

Integrasi layanan contact doctor dan layanan pharmacy delivery yang ada di aplikasi Halodoc 2.0 dipandang Jonathan akan semakin memudahkan pengguna. “Pengguna tidak perlu gonta-ganti aplikasi untuk mendapatkan solusi layanan kesehatan yang lengkap. Untuk layanan contact doctor, saat ini sudah ada 19.000 dokter yang bisa diajak berdiskusi oleh pengguna kapanpun (24/7). Sementara, untuk pharmacy delivery sudah ada 1000 apotek di berbagai wilayah di Indonesia yang bergabung dengan Halodoc,” ungkap Jonathan.

Melalui layanan contact doctor, pengguna bisa berdiskusi dengan dokter dari berbagai spesialisasi, mulai dari dokter umum, dokter anak hingga dokter jantung. Untuk memanfaatkan layanan ini, pengguna bisa berdiskusi melalui chat, voice call ataupun video call. “Dengan fitur ini, kami memberikan pilihan kepada pengguna pilihan berdiskusi yang paling nyaman untuk mereka,” ujar Jonathan.

Halodoc dan GO-JEK berkolaborasi melalui GO-MED

Sedangkan untuk layanan pharmacy delivery, Halodoc juga berkolaborasi dengan GO-JEK, supaya pesanan kebutuhan medis bisa diantarkan dengan cepat ke pengguna. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti disitu. Halodoc juga mendukung GO-MED layanan pesan antar kebutuhan medis yang ada di aplikasi GO-JEK.

Monica Oudang, Chief of Human Resources GO-JEK dalam kesempatan yang sama, mengatakan, “GO-JEK berkomitmen untuk memberikan solusi atas masalah sehari-hari yang dihadapi oleh pelanggan, salah satunya melalui GO-MED. Dengan kolaborasi GO-JEK dan Halodoc, pelanggan kami bisa menemukan berbagai kebutuhan medisnya dengan cepat dan mudah.” Untuk memanfaatkan layanan GO-MED, pengguna cukup meng-klik layanan GO-MED yang ada di aplikasi GO-JEK. Pengguna kemudian akan diarahkan secara otomatis ke layanan pharmacy delivery yang ada di aplikasi Halodoc.

Lebih lanjut, Monica memaparkan, dengan GO-MED yang menghubungkan pelanggan dengan apotek terpercaya yang ada dalam jaringan Halodoc, pelanggan akan mendapatkan kebutuhan medis yang disiapkan secara profesional dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

Guna menjamin produk medis yang dipesan oleh pengguna setiap order yang dipesan akan dicarikan secara otomatis oleh sistem ke apotek terdekat yang terdaftar dalam platform Halodoc. Di mana setiap apotek tersebut telah memiliki Surat Ijin Apotek (SIA) dan Surat Ijin Praktik Apoteker (SIPA).

“Dengan apotek yang memiliki SIA dan SIPA, kami di Halodoc ingin memastikan bahwa pelanggan mendapatkan produk medis yang baik. Melalui platform kami, apoteker juga bisa memberikan petunjuk kepada pelanggan mengenai cara penggunaan atau konsumsi obat yang dipesannya,” kata Jonathan.

Sementara itu, Drs. Darodjatun Sanusi, MBA – Direktur Eksekutif GP Farmasi dan Majelis Kehormatan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengapresiasi keberadaan layanan pesan antar kebutuhan medis digital seperti Halodoc pharmacy delivery. “Keberadaan solusi digital seperti layanan dari Halodoc dan GO-JEK ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan medisnya dengan mudah dan aman, tetapi juga membantu apotek memperluas pasarnya. Jadi ini merupakan simbiosis mutualisme yang patut kita dorong. Solusi digital bukanlah menggantikan posisi apotek dan apoteker, tetapi malah membantu.”