Indonesia Punya Desa Juhu; Di Pegunungan Meratus

Indonesia Punya Desa Juhu; Di Pegunungan Meratus

Kalimantan, Kabarindo- Sebagai pulau kedua terbesar di Indonesia, Kalimantan memiliki banyak sekali detinasi indah untuk memuaskan jiwa petualang. Salah satu dari sekian banyak lokasi wisata yang menarik perhatian adalah desa Juhu, yang berada di dalam kawasan rimba belantara Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.

Untuk mencapai desa yang letaknya seolah tersembunyi ini, wisatawan diajak untuk mengarungi lebatnya hutan Kalimantan yang masih perawan, pada ketinggian 560 meter diatas permukaan laut (dpl).

Sebelum berangkat dan mengekplorasi keindahan desa ini, tak ada salahnya jika Anda membaca terlebih dahulu cerita Indra Setiawan, seorang blogger backpacker yang sering menjelajah wilayah Borneo, yang mengisahkan perjalanannya dalam mengarungi wilayah pegunungan Meratus dalam menemukan desa Juhu. Seperti dilansir laman Burufly, berikut ceritanya.

Pesona dan Keindahan Desa Juhu di wilayah pegunungan Meratus

Desa Juhu merupakan bagian dari kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sekitar 85 kilometer di sebelah timur kota Amuntai, Kalimantan Selatan. Sebelum menuju desa yang terkenal keistimewaannya itu, titik terakhir yang dapat dilalui kendaraan bermotor saat menuju desa Juhu adalah desa Kiyu.

Dari tempat ini, desa Juhu dapat dicapai dalam kurun waktu sekitar 10 jam perjalanan kaki oleh kalangan penduduk setempat. Namun, bagi pendatang atau wisatawan yang belum terbiasa dengan kontur alam pegunungan Meratus, perjalanan dari desa Kiyu menuju desa Juhu bisa memakan waktu hingga dua hari lamanya.

Dalam perjalanan, Indra sendiri harus mendaki wilayah pegunungan yang sulit namun indah, dan menyeberangi beberapa sungai yang deras, dengan berjalan kaki menuju desa Juhu sambil menikmati pemandangan hutan Kalimantan yang tak ada bandingannya.

Sejatinya, wilayah desa Juhu dikelilingi hamparan padang rumput alami yang hijau, dan dihiasi oleh panorama batu-batu yang gunung yang berserakan secara alami. Udara sejuk pegunungan Meratus yang jauh dari polusi, membuat suasana sangat nyaman dan tenteram.

Mayoritas penduduk setempat beternak kerbau yang dibiarkan berkeliaran bebas di padang rumput, untuk menyantap rumput yang mulai meninggi, dan menyuburkan tanahnya dengan kotoran yang menjadi pupuk alami.

Gunung Halau-halau, yang merupakan puncak tertinggi dari wilayah pegunungan Meratus, terlihat menjulang gagah membiru di sebelah barat desa Juhu. Setiap tahun, dalam kesempatan perayaan hari kemerdekaan Indonesia, puncak gunung ini selalu ramai oleh pendaki dari seluruh wilayah Kalimantan, yang hendak mengibarkan sang merah putih.

Beratnya medan pegunungan Meratus yang mau tidak mau harus dilalui untuk bisa mencapai desa ini, membuat desa Juhu masih jarang disambangi oleh kalangan pelancong. Kalaupun ada yang datang, biasanya merupakan pecinta alam ataupun kalangan pendaki gunung.

Suku Dayak Meratus yang merupakan penduduk asli desa Juhu ini, selalu menyambut kedatangan setiap tamu ataupun wisatawan dengan baik di rumah yang mereka tinggali.

Uniknya, rumah tersebut terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu yang tersedia melimpah di sekitar desa ini. Meski begitu, ada juga rumah warga setempat yang sudah berdinding kayu dan beratapkan seng.

Lebih kagum lagi, terdapat satu sekolah dasar yang menjadi satu-satunya sarana pendidikan di desa Juhu. Menurut penuturan penduduk setempat, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yang meresmikan sekolah ini, pada tanggal 27 Mei 2001.

"Jika ingin datang ke desa yang indah ini, sebaiknya siapkan terlebih dahulu kondisi, agar dapat meyusuri pesona dan keindahan rimba Borneo dengan prima," kata Indra seperti dilansir dari laman beritasatu.