Indonesia Punya Beribu Cara Bantu Gaza; Awesome.....!

Indonesia Punya Beribu Cara Bantu Gaza; Awesome.....!

Jakarta, Kabarindo- Satu lagi berita miris datang dari konflik di Gaza. Pintu Rafah sebagai satu-satunya akses ke jalur Gaza dibuka-tutup semaunya oleh otoritas Mesir.

Karena itulah, bantuan dunia ke Gaza terhambat. Bahkan tak semua lembaga dunia bisa mendapatkan izin memasuk Gaza. Apakah lantas dunia ‘berhenti’ membantu Gaza?

Benar, pemerintah Mesir mengetatkan aturan masuk ke Palestina (melalui pintu Rafah). Sejumlah lembaga nonpemerintah (NGO) Eropa seperti MSF, NGO Norwegia, Swedia, dan Denmark juga terhalang dalam upaya menyalurkan bantuan secara langsung pada korban di Gaza. NGO Eropa bahkan tidak mendapat surat izin dari kementerian Mesir sama sekali.

"MAPIM (Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia/Malaysian Consultative Council of Islamic Organisation) sudah empat kali mencoba sejak April lalu, tetap tak berjaya,” kata Direktur ACT Cabang Malaysia, Mohammad Riadz Hasyim yang memimpin Tim SOS Palestine kedua tahun ini, dalam keterangannya, Rabu (6/8).

Salah satu pertimbangan sehingga ACT Malaysia memimpin tim, karena Malaysia sejak lama bebas visa ke Mesir. Tim kedua ini merupakan ikhtiar setelah melewati berbagai persiapan selama sepekan di Kairo. Mulai pelaporan ke pihak Kedutaan Besar RI dan Kedutaan Malaysia di Kairo, hingga berkoordinasi dengan NGO dan badan lain. Hal itu dilakukan sebagai langkah mencari peluang masuk ke kawasan yang menjadi sasaran pemboman Israel.

Tim sebelumnya, terganjal masalah yang sama. Mereka mengurus proses perizinan melalui Jordania, dipimpin Andhika Purbo Swasono.

ACT menyiapkan sejumlah personal strategisnya untuk siap merespons krisis Palestina, meskipun giliran keberangkatan tak bisa ditetapkan segera.

“Kabar terhambatnya tim Indonesia dan Malaysia masuk Gaza bukan berarti bantuan tak tersalur. Semua bisa masuk Gaza, insyaAllah, dengan banyak ikhtiar, doa dan keyakinan. Risiko apapun, sudah menjadi hal yang siap dihadapi para pegiat kemanusiaan. Masyarakat Indonesia dan Malaysia di manapun berada, selain membantu dana, do’akan kami sukses menunaikan amanah,” ungkap Senior Vice President ACT N Imam Akbari, yang juga memimpin tim internasional Global Philanthropy Network (GPN).

Dari Kairo, ACT mendapat laporan, tim sudah bertemu dengan banyak NGO di sini. “Semuanya sedang mencari jalan untuk masuk,” tutur Riadz Hasyim lebih lanjut.

Sebelumnya, tim juga sudah berkoordinasi dengan Red Crescent Egypt untuk mendapatkan surat izin memasok obat-obatan ke Gaza. Tim ACT juga sudah bertemu dengan NGO yang sudah berada di Cairo seperti MAPIM Malaysia dan Aman Palestine. Berbagai NGO juga berkoordinasi dengan UNRWA (The United Nations Relief and Works Agency).

“Hampir semua NGO ini menghadapi jalan buntu untuk mengirim relawan medis ke Gaza. Saat ini, hanya NGO dari Uni Arab Emirate, Saudi Arabia, Turki dan PBB yang bisa masuk ke Gaza. Itupun untuk suplai makanan dan obat-obatan. Waktu masuk juga terbatas hanya di saat ada gencatan senjata sementara di antara Hamas dan Israel,” kata Tim ACT dari Global Partnership Network, Yusnirsyah Sirin.

Kegigihan dan debat untuk meyakinkan pemberian izin petugas pemegang otoritas pintu Rafah, tak terbantah. namun kerumitan di check point Rafah, bukan “kiamat” pemberian bantuan untuk Gaza. Sejak tahun 2010 ACT sudah mengirim bantuan, ada atau tidak ada serangan Israel ke Palestina.

Pertengahan Ramadan baru-baru ini, sepuluh sapi rata-rata seberat 520 kilogram bisa dipotong di Gaza dan dagingnya dibagikan untuk warga Gaza.

Fakta ini memberi harapan besar, banyak cara membantu Gaza. Rakyat Gaza tak menadahkan tangan, sebagai bangsa terhormat. “Mereka punya seribu satu cara, juga nyali, sehingga kepedulian Anda sampai ke tangan yang berhak,” ujar Imam dalam rilis yang diterima SP, Rabu (6/8).

Menurut Imam, bagi yang peduli, bantuan dapat disalurkan melalui Rekening SOS Palestine: BSM 101 000 5557 | BRI 092 401 000018 304 | Muamalat 304 0031 870 | Mandiri 128000 4593338 | BNI 014 076 5481 | BCA 676 030 0860. An Aksi Cepat Tanggap seperti dilansir dari laman beritasatu.