Indonesia Punya Akatara; Forum Pendanaan Proyek Film Pertama

Indonesia Punya Akatara; Forum Pendanaan Proyek Film Pertama

Jakarta, Kabarindo– 40 project film telah terpilih mengikuti Akatara Indonesia Film Financing Forum di Grand Mercure Harmoni Jakarta selama dua hari (15 s.d 16/11).

Akatara adalah forum pendanaan proyek film pertama yang mempertemukan film makers dengan investor.

“Akatara Indonesia Film Financing Forum 2017 merupakan kegiatan yang diselenggarakan Deputi Akses Permodalan yang didalamnya merangkum kegiatan pitching forum dan matchmaking project film Indonesia yang akan digelar pada 15 dan 16 November 2017 di Jakarta. Kegiatan ini nantinya juga akan menjadi ajang sharing informasi tentang pendanaan pada sektor film, penyampaian materi terkait poin-poin strategis yang bisa menarik investasi investor, serta pemberian akses pendanaan bagi para pembuat film nasional,” tutur Kepala Bekraf, Triawan Munaf, beberapa waktu lalu.

40 project film yang terpilih memenuhi kriteria antara lain dari penilaian sisi sinopsis dan ide cerita, timeline produksi, budget, business projection, dan portofolio. 40 project film tersebut dipamerkan pada katalog dan 12 project film pitching di hadapan investor. Pendaftaran secara online sudah berlangsung sejak tanggal 9 September dan ditutup 21 Oktober 2017.
Bekraf menyelenggarakan Akatara sebagai peluang memajukan perfilman Indonesia dari sisi peningkatan standart dan kapasitas kompetensi pekerja film kreatif tanah air beserta akses permodalannya.

“Bekraf berupaya memberikan pendampingan dan pendukungan yang tepat dari sisi akses permodalan untuk pelaku ekonomi kreatif ekraf subsektor film dalam mengembangkan kreatifitas melaui Akatara,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Bekraf mengundang perusahaan film Indonesia, investor lokal dan internasional yang tertarik mendanai film, angel investor, brand manager maupun direktur perusahaan modal ventura, buyer lokal dan internasional, distributor film, exhibitor, HIPMI, individual, KADIN, dan media, pemerintah pusat dan daerah yang tertarik mengembangkan film, perusahaan finansial, philantrophy, sales agent, dan televisi.

Penyelenggaraan Acara
Kepala Bekraf, Triawan Munaf, membuka acara sekaligus sebagai keynote speaker pada hari pertama (15/11). Keynote speech tentang iklim investasi dalam perfilman Indonesia masa depan disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.

Perwakilan Silver Media Group, GinKai Chan, dan perwakilan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Chand Parwez, membahas Regional Film Financing.

12 project film terpilih yang pitching di hadapan investor dan pemangku kepentingan industri perfilman Indonesia yaitu 27 step of way, Betterworld, 4 Musim Pertiwi, Mencuri Raden Saleh, Puisi dari Mandalita, Sebut Namaku Tiga Kali, Tale of the Land, Leleng, Marengka, Pohon Baleo, Mudik, dan Autobiography. 

Setiap film maker memiliki 15 menit untuk pitching.
Pada hari kedua (16/11), keynote speakernya adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (to be confirmed). Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, memberikan penjelasan “Posisi Pemerintah dalam Mendorong Peningkatan Pemanfaatan Film untuk Kebudayaan.”