Indonesia Punya Aero Aswar; Atlet Jetski Internasional

Indonesia Punya Aero Aswar; Atlet Jetski Internasional

Jakarta, Kabarindo– Satu lagi anak bangsa manggung di kancah dunia.

Kali ini Aero Aswar, remaja multi talenta yang telah malang melintang di kejuaraan jetski internasional sejak usia 5 tahun. Kini dalam usia 19 tahun, Aero punya potensi menjadi juara dunia 2014 setelah juara di seri awal pada kejuaraan bergengsi National Tour Amerika Serikat.

Sejak 2008 Aero berlomba di AS, melanjutkan sekolah sekaligus menempa diri dalam kompetisi jetski negeri itu yang masuk katagori paling kompetitif di dunia. Ia memutuskan fokus mengikuti kompetisi bergengsi tersebut setelah puas berkiprah di berbagai ajang kejuaraan jet ski di seluruh regional. Ia butuh ajang yang lebih kompetitif agar bisa meraih gelar juara dunia sebagaimana ia programkan bersama Fully Aswar, ayah sekaligus pelatihnya.

“AS memang tujuan utama atlet jetski untuk menempa diri dan meraih predikat tertinggi di dunia. Banyak pejetski luar yang berlomba di sana. Sistem penjenjangan dan format kompetisinya sangat sistematis dan terdiri dari banyak kelas. Alhamdulillah, saya kini berada di kelas pro runabout open, kelas tertinggi,” papar Aero dalam kesempatan jumpa pers di Jakarta, Senin (23/6) menjelang keberangkatannya kembali ke AS untuk melanjutkan kompetisi.

Tahun ini Aero sukses mencapai posisi atlet elit dunia dengan status atlet tim pabrikan, dalam hal ini Yamaha. Kelas lomba yang ia ikuti merupakan ajang tertinggi di kejuaraan jetski yaitu Pro Runabout Open, seperti F1 pada balap single seater atau MotoGP di balap motor. Statusnya sama dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sebagai atlet yang dikontrak Yamaha. Hanya cabang olahraganya yang berbeda, namun dengan tugas yang sama, yakni bertarung jadi terbaik di level dunia. Meski dikontrak Yamaha, Aero mengusung bendera Tim Jetski Indonesia di mana juga ikut bergabung Aqsa Aswar, adik kandung Aero.

Aqsa pun menggeluti jetski dan bertanding regular di National Tour Amerika namun di kelas yang berbeda dengan Aero. Ia berada di kelas Pro Runabout Limited yang tak kalah prestisius.

“Tingkatannya satu kelas di bawah Open yang diikuti Aero. Kalau di balap Formula 1 seperti GP2 atau Moto2 di grand prix motor. Cita-cita saya tentu mengikuti jejak Aero dan alangkah menariknya jika nanti dua bersaudara dari Indonesia bisa bertarung di kejuaraan dunia di kelas yang sama,” tandasnya.

Aero sendiri mengaku sudah siap fisik, mental, maupun skill untuk beradu kencang di kejuaraan dunia. Saat ini, misalnya, ia memimpin klasemen sementara National Tour Amerika setelah juara pada seri perdana dan 5 besar di seri kedua. Masih tersisa lima seri lomba berikutnya di kota Nevada, Georgia, dan Virginia. Target Aero adalah mempertahankan posisi puncak di klasemen akhir. Aero sendiri sebagai pejetski pro dunia memang sudah otomatis berhak ikutan World Final sebagai wakil Indonesia, bertarung melawan pejetski dari berbagai negara lainnya di Lake Havasu City, Arizona, AS, 4-12 Oktober.  Setelah itu Aero akan ikut serta pada Asian Beach Games (ABG) ke-4 di Pattaya, Thailand, 14-24 November sekaligus mempertahankan medali emas yang ia raih pada tahun 2010.

“AS jadi kiblat jetski dunia dengan atlet-atlet top professional. Bertanding di serial National Tour  Amerika sebenarnya sudah berada di level dunia. Dengan begitu, saya yakin bisa bersaing di World Final dan insya Allah bisa kibarkan Merah Putih,” tambah Aero yang sudah berlomba sejak umur 5 tahun dan bermula dari event Baby Race, Pantai Mutiara, Ancol, pada 1999.

Tampil juara di turnamen bocah itu, pemuda kelahiran Jakarta, 4 Desember 1994 ini pun makin getol menggeluti jetski. Sudah ratusan piala dan medali ia raih. Mulai dari kejuaraan nasional, regional seperti Asian Beach Game dan sejumlah turnamen internasional bergengsi. Sejak 2008 ia sudah rutin bertanding di AS. Mahasiswa Stanford University, California, ini pun makin terlibat dalam atmosfer kompetisi yang benar-benar maksimal dan professional sampai akhirnya digandeng tim pabrikan.

Fully berkisah bakat olahraga anak-anaknya memang menonjol sejak kecil. Aero, misalnya, selain jetski juga menggeluti rugby, basket, bulutangkis, dan taekwondo, bahkan juga bermain teater. Di cabang taekwondo pun ia sempat berkompetisi dengan sejumlah prestasi dan itu membuatnya terpilih sebagai Atlet Pelajar Terbaik 2011 yang diselenggarakan Kemenpora.

“Memang multi talenta dan sesuai perkembangan ia pun lantas memutuskan fokus di jetski. Apalagi sekarang ditopang pabrikan dan juga disponsori BNI sehingga Aero maupun Aqsa harus bersikap dan bertindak sebagaimana harusnya atlet profesional,” papar Fully yang sejak dini melatih sendiri putra-putranya.

Kini hasil didikannya sudah berada di gerbang kompetisi dunia. Itu bukti pilihan mengirim Aero dan Aqsa ke Amerika tepat adanya. Itulah pola pembinaan berjenjang yang harus diambil guna mengasah skill dan merasakan rivalitas yang semakin tinggi. Pola ini lazim dilakoni para atlet yang menyiapkan diri jadi profesioanal. Termasuk di cabang-cabang otomotif seperti F1 dan MotoGP. Para juara dunia macam Ayrton Senna sejak usia dini meninggalkan Brasil dan memilih berkompetisi di Eropa, begitupun Casey Stoner yang tinggalkan Australia pada usia belia dan kembangkan bakatnya di Inggris.

“Saya bersyukur mereka sudah sampai pada kondisi saat ini. Sangat realistis kalau Tim Jetski Indonesia kini membidik gelar juara dunia, tentunya tetap dengan cara kerja keras seperti selama ini. Mereka putra Indonesia meski berkiprah di AS saat menang Indonesia Raya yang berkumandang, dan itulah  momen paling mengharukan sekaligus kebanggaan,” papar Fully.

Hal senada diapungkan Tribuana Tunggadewi selaku Corporate Secretary Head PT Bank Negara Indonesia Tbk yang juga hadir menyemangati Aero dan Aqsa. Sebagai perusahaan nasional, katanya, sebuah kebanggaan bagi BNI ikut berpartisipasi mendukung anak bangsa yang punya potensi prestasi dunia. Semakin Indonesia dikenal dunia akan semakin banyak hal positif yang dipetik. Olahraga adalah salah satu jalurnya.

“Jetski adalah olahraga yang sangat potensial dikembangkan di negeri maritim seperti Indonesia sekaligus mengembangkan wisata bahari. Semoga Aero dan Aqsa bisa menembus gelar juara dunia dan raih prestasi maksimal di tahun 2014. Dari situ pasti akan timbul motivasi lebih besar dari komunitas jetski tanah air dan akan lahir Aero-Aero dan Aqsa-Aqsa berikutnya,” harapnya.