Indonesia Peringkat 28; Tingkat Kemampuan Bahasa Inggris

Indonesia Peringkat 28; Tingkat Kemampuan Bahasa Inggris

Jakarta, Kabarindo- Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-28 dari 63 negara dalam tingkat kemampuan Bahasa Inggris.

Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian terbaru English Proviciency Index (EPI) yang dilakukan oleh Education First (EF), yang menyusun peringkat negara berdasarkan kemampuan Bahasa Inggris orang dewasa pada 63 negara.

Penyusunan peringkat negara didasarkan pada hasil tes Bahasa Inggris yang dilakukan pada 750.000 orang dewasa di tahun 2013, dan membandingkan pada hasil penelitian EF EPI pada tujuh tahun ke belakang, sejak 2007.

Dibandingkan dengan 63 negara lain, Indonesia berada pada ketegori kemampuan menengah dengan skor 52,74, sementara kemampuan sangat tinggi didominasi oleh negara-negara di Eropa, seperti Denmark, Belanda dan Swedia yang mencpai skor 69,30. Di Indonesia, kemampuan Bahasa Inggris orang Dewasa mengalami peningkatan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, yaitu sebesar 7,96 poin, yang merupakan peningkatan terbesar di sektor regional. Di tingkat Asia, Indonesia berada pada peringkat ke-6 dari 14 negara, dimana pria dan wanita memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup tinggi. Ibu kota dan kota-kota pariwisata memiliki kemampuan terbaik dalam Bahasa Inggris. Mulai dari DKI Jakarta, diikuti oleh Bali, Yogyakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan lain-lain.

Indonesia memiliki kendalanya sendiri dalam meningkatkan standar Bahasa Inggris secara nasional dengan cepat dan efisien. Mulai dari penempatan dan penerapannya dalam kurikulum pendidikan hingga dukungan pihak swasta dalam memberikan pelatihan tambahan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia.
Setiap individu, sekolah hingga pemerintah di seluruh dunia memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Namun, banyak negara yang kesulitan mengukur hasil pembelajaran yang dilakukan, baik yang dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta maupun pemerintah. Oleh karena itu, EF EPI memberikan tolak ukur terhadap tingkat kemampuan Bahasa Inggris orang dewasa di berbagai negara dari tahun ke tahun.

“Bahasa Inggris merupakan kompetensi inti yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia global, mulai dari tantangan bisnis, ekonomi hingga pendidikan dan kualitas hidup. Setiap negara memiliki pendekatan pengajaran Bahasa Inggris yang berbeda dengan kendala, tekanan dan solusinya masing-masing. Oleh karena itu EF EPI berkomitmen untuk  meneliti dan mengkaji peranan pendidikan Bahasa dan membantu memberikan informasi yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan Bahasa di seluruh dunia”, jelas Dr. Christopher McCormick, EF Senior Vice President of Academic 

Ada korelasi antara kefasihan Bahasa Inggris dengan beberapa ukuran sosial dan ekonomi termasuk pendapatan, kemudahan melakukan bisnis hingga kualitas hidup. Oleh karena itu, selain bahasa utama (Bahasa Indonesia), perlu diperkenalkan Bahasa kedua, seperti Bahasa Inggris yang telah menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat atau tenaga kerja di dunia.

“Politik Bahasa nasional kita menempatkan Bahasa Inggris dalam kelompok Bahasa asing, di samping Bahasa Arab, Mandarin, dan yang lainnya. Kepentingan akan Bahasa Inggris didasarkan pada kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang perlu ditransfer ke dalam Bahasa Indonesia melalui dunia pendidikan. Pendidikan Sekolah Dasar memfokuskan pembentukan kepribadian anak dalam Bahasa Indonesia dengan dukungan bahasa daerah. Pada anak usia Sekolah Menengah Pertama, kemampuan berbahasa asing mulai dibina dan dikembangkan untuk mentransfer iptek. Untuk itu, agar pembelajaran Bahasa asing lebih efisien dan efektif, pendidikan tambahan diperlukan secara berkesinambungan dengan implementasi kurikulum pendidikan formal”, jelas Prof. Dr. Mahsun, M.S. selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Walaupun Indonesia berada pada tingkat kemampuan Bahasa Inggris Menengah dengan peningkatan yang cukup baik, namun hanya didominasi oleh kota-kota besar. Perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan di kota-kota kecil lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pola pembelajaran Bahasa yang tepat, efektif dan efisien agar kemampuan di setiap kota Indonesia lebih merata. Di samping itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik perlu dilakukan, sehingga pengajaran Bahasa dapat disampaikan dan diterapkan dengan baik.