Indonesia Peringati Hari Angkutan; Jasa Marga Gelar Pengobatan Bagi Sopir

Indonesia Peringati Hari Angkutan; Jasa Marga Gelar Pengobatan Bagi Sopir

Bekasi, Kabarindo- Memperingati Hari Angkutan Nasional yang jatuh setiap 24 April, PT Jasa Marga Tbk dan Islamic Medical Service (IMS) menggelar pengobatan gratis bagi para sopir, kondektur dan penumpang di Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Aksi yang digelar sejak 09:00-17:00 WIB tadi, ditemukan ratusan sopir bus yang menderita hipertensi.

Sedikitnya, ada sekitar 500 sopir bus yang diketahui mengidap penyakit darah tinggi. Meski begitu tidak ada larangan bagi mereka untuk mengemudikan bus baik jarak dekat maupun rute jarak jauh.

Selain mendeteksi penyakit hipertensi, dalam pemeriksaan tersebut juga diperiksa penyakit lainnya seperti gula darah, asam urat, kolesterol.

"Kita sudah periksa dan memberikan obat para para sopir tersebut. Tujuan pemberian pengobatan gratis untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang," ujar GM Divisi Community Development PT Jasa Marga Tbk, Enkky Sasono, Selasa (28/4).

Dia mengatakan, pengobatan kesehatan gratis bagi para sopir bus ini, pertama kali dilakukan di Terminal Induk Kota Bekasi.

"Terminal Kota Bekasi merupakan terminal terbesar kedua setelah Terminal Pulogadung, Jakarta Timur," ungkapnya.

Setelah dari Kota Bekasi, pihaknya akan melanjutkan pengobatan kesehatan gratis ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Dia melanjutkan, para sopir bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) maupun bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) sudah diberikan persediaan kotak P3K di setiap armada bus.

"Kita ingin memaksimalkan peran sopir angkutan dalam memberikan kenyamanan kepada penumpang sehingga masyarakat bisa meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum," imbuhnya.

Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Induk Kota Bekasi, Fathikun Ibnu, menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kali ini dilakukan jauh sebelum hari raya.

"Kendaraan bus yang masuk ke Terminal Kota Bekasi banyak mengangkut penumpang dari luar kota. Jadi, sangat efektif dilakukan pemeriksaan kesehatan sopir," imbuhnya.

Pengobatan kesehatan ini melibatkan tiga dokter, tiga perawat dan dua unit ambulan seperti dilansir dari laman beritasatu.