Indonesia Marakkan; Hari AIDS Sedunia 2013

Indonesia Marakkan; Hari AIDS Sedunia 2013

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangka meningkatkan kampanye kesadaran masyarakat terhadap HIV dan AIDS, Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) telah ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Sektor Utama Pelaksana Hari AIDS Sedunia (HAS) 2013. 

Acara yang berlangsung di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Barat ini, dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Drs. H.A.  Muhaimin Iskandar, MSi.  Di Indonesia peringatan HAS secara rutin telah dilaksanakan, khususnya oleh kementerian dan lembaga serta organisasi masyarakat sipil yang bekerja untuk penanggulangan HIV dan AIDS.

Ketua IBCA, Hamid Batubara mengatakan, “Peringatan HAS 2013 ini sedikitnya melibatkan 1000 orang peserta, baik perwakilan dari kementerian/lembaga, organisasi masyarakat sipil, populasi berisiko tinggi, perusahaan swasta, pekerja dan remaja.  Acara Puncak HAS 2013 menjadi penutup dari serangkaian kegiatan kampanye yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus komitmen bersama untuk upaya penanganan HIV dan AIDS di tahun-tahun mendatang”.

Dalam sambutannya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam dunia kerja, termasuk kepada para pengidap HIV/AIDS dalam mendapatkan layanan kesehatan.  “Semua buruh, pekerja, termasuk yang terkena HIV, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau, jaminan asuransi, perlindungan sosial dan berbagai paket asuransi kesehatan lainnya. Dampak HIV dan AIDS merupakan salah satu ancaman bagi sektor ketenagaakerjaan mengingat tenaga kerja adalah tulang punggung kegiatan pembangunan dan bisnis. Oleh karena itu, pemerintah mendorong agar perusahaan dapat mengingatkan para pekerjanya yang berisiko tinggi untuk melakukan tes HIV”, kata Muhaimin Iskandar.

HAS 2013 di Indonesia kali ini mengangkat tema “Cegah HIV dan AIDS! Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa”, hal ini sejalan dengan ditunjuknya IBCA, mewakili sektor swasta, sebagai ketua pelaksana HAS di tingkat nasional.  Penunjukkan ini diharapkan dapat menggerakkan sektor swasta dengan lebih luas lagi untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, khususnya bagi pekerja, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Bertepatan dengan momentum HAS 2013 ini, International Labour Organization (ILO) dan UNAIDS bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Kesehatan, meluncurkan program ‘VCT at Work’. VCT atau Voluntarily Counseling and Testing HIV adalah layanan tes HIV secara sukarela yang disertai dengan pra-konseling dan pasca-konseling. ‘VCT at Work’ merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh ILO untuk memastikan kemudahan akses layanan tes HIV bagi para pekerja, sehingga siapapun yang terdeteksi HIV positif dapat lebih cepat mengakses pelayanan, dukungan dan pengobatan. ILO menargetkan sebanyak 350.000 orang pekerja mendapatkan layanan tes HIV pada akhir tahun 2015.

Kedepannya diharapkan akses layanan VCT at Work dapat mendorong terciptanya dunia kerja yang bebas stigma dan diskriminasi terhadap pekerja yang hidup dengan HIV dan dapat memberikan rujukan akses terhadap layanan pengobatan dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.  Inisiatif VCT at Work ini merupakan sebuah langkah menuju tercapainya  Zero New HIV infection (zero infeksi baru), Zero discrimination (zero diskriminasi) dan zero AIDS related death (zero kematian karena AIDS).

Data temuan Global Report UNAIDS 2013 memperkirakan, sebanyak 34 juta orang terinfeksi HIV di dunia dan Indonesia adalah salah satu dari 9 negara yang mengalami pengingkatan kasus infeksi HIV melebihi untuk kelompok usia produktif (15–49 tahun).

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, sejak pertama kali kasus HIV ditemukan pada tahun 1987 hingga bulan Juni 2013, tercatat sebanyak 108.600 orang telah terinfeksi HIV, dimana 43.667 orang di antaranya telah pada tahap AIDS. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada wiraswasta (5.131), diikuti ibu rumah tangga (5.006), karyawan (4.521) dan buruh kasar (1.746). Data BPS 2013 mencatat, jumlah pekerja di Indonesia berjumlah 121,65 juta orang dimana 75 juta diantaranya adalah laki-laki dan 46 juta perempuan.

Pelaksanaan Acara Puncak HAS 2013 ini diisi dengan pameran kegiatan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di tempat kerja yang dilakukan oleh sektor swasta diantaranya : PT Freeport Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk, IPPI, YTT, PMI, DKT Indonesia, PT Gajah Tunggal Tbk,  Sintesa Group, Chevron Indonesia Company, IAC, dan PKBI.